Jelang Gelar Festival Sangrai Kopi, Bupati Anas Coba Menyangrai Kopi

BANYUWANGI- Guna melestarikan tradisi masyarakat sekaligus memasarkan Kopi Banyuwangi, panitia Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) Yang ke -240 akan menggelar festival sangrai kopi tradisional. Acara ini akan dilaksanakan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah pada tanggal 10 Desember mendatang. Gelar sangrai kopi itu akan melibatkan 240 peserta dari 24 kecamatan.

Menariknya, meski pergelaran sangrai masih 10 hari lagi, panitia sudah mendatangkan ahli khusus untuk memberikan materi teknik cara pengolahan kopi tradisonal kepada peserta sekaligus cara mensangrai kopi. Tidak tanggung-tanggung, kali ini pemilik PT Perkebunan Kalibendo, Setiawan Subekti menjadi guru mensangrai kopi. Lebih menarik lagi dalam temu teknik cara pengolahan kopi yang digelar di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, juga dihadiri Bupati Abdullah Azwar Anas. Bahkan, dalam kesempatan tersebut, Bupati Anas juga berkenan  mencoba cara menyangrai kopi ditengah-tengah para peserta. Alhasil Bupati Anas belum sepuluh menit sudah kepanasan. “Wah ini tidak perlu sauna,, cukup disini,” ujar Bupati Anas disambut hangat tepukan para peserta yang rata-rata ibu-ibu.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Suprayogi, pelaksanaan festiival ini bertujuan untuk mewujudkan Banyuwangi sebagai kota kopi. “Banyuwangi memiliki potensi kopi yang luar biasa. Bahkan lahan kopi Banyuwangi merupakan lahan terluas di Pulau Jawa,” ungkap Yogi. (Humas dan Protokol)