Hadiri Perayaan Natal, Wabup Yusuf Ajak Umat Kristiani Menjaga Kedamaian

Banyuwangi - Umat Katholik di Banyuwangi yang tergabung dalam Dekanat Blambangan menggelar upacara Ekaristi dalam rangka perayaan Natal, di gedung serba guna Klenteng Hoo Tong Bio, Banyuwangi, Rabu (28/12). Menariknya, acara tersebut juga menyuguhkan atraksi yang menunjukan keragaman budaya bangsa Indonesia.

Wakil Bupati (wabup) Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko yang hadir dalam acara tersebut mengajak umat Katholik untuk menjaga kedamaian di daerah ujung Timur pulau Jawa ini. 

"Setiap perayaan Natal tentu memiliki makna tersendiri bagi umat Katholik, salah satunya adalah terwujudnya kedamaian. Makna tersebut, sebenarnya tidak hanya bagi umat Katholik saja, tapi bagi seluruh umat manusia pada umumnya. Dengan perdamaian maka, tidak akan ada lagi penindasan, ketidakadilan dan perselisihan di daerah kita tercinta ini," papar Yusuf. 

Dengan landasan kedamaian antar umat beragama itu, lanjut Yusuf, akan menjadi modal penting untuk membangun Banyuwangi. "Dengan kedamaian antar umat beragama, tentu menjadi modal sosial yang penting untuk membangun Banyuwangi. Daerah yang damai, tidak ada konflik sosial, akan menarik investor dan membuat perekonomian suatu daerah bergerak positif," terangnya. 

Selain itu, Yusuf juga mengajak umat Katholik di Banyuwangi untuk bersama-sama membangun Banyuwangi. "Keberhasilan Banyuwangi saat ini, bukan hanya kerja pemerintah daerah saja, tapi berkat kerjasama semua elemen masyarakat, termasuk umat Katholik. Oleh karena itu, kami mengharap umat Katholik Banyuwangi untuk terus bisa bersinergi dalam menyukseskan program-program pemerintah," harapnya. 

Sementara itu, Ketua Panitia Romo Fransiskus Paulus Aang Winarko mengaku senang dengan terselenggaranya perayaan Natal yang dilakukan oleh Dekanat Blambangan. "Ini untuk pertama kalinya, umat Katholik di Banyuwangi menyelenggarakan perayaan Natal sendiri. Biasanya kami melakukannya bersama-sama dengan umat Kristiani," akunya. 

Kegiatan itu diikuti oleh empat gereja yang berada di Banyuwangi, Genteng, Jajag (Gambiran), dan Curahjati (Purwoharjo), yang diawali dengan misa dan ekaristi di sore hari.

Acara ini juga menampilkan berbagai atraksi budaya pesisiran dan berbagai penampilan dari anak-anak dari perwakilan masing-masing gereja. (humas)