Geliat Ekonomi Di Pulau Merah

BANYUWANGI - Sejumlah pengembangan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Even tourism yang digelar di lokasi wisata telah mampu mendongkrak perekonomian warga setempat. Seperti pengembangan wisata di Pantai Pulau Merah.

Sejak dikenalkannya Pulau Merah lewat internasional Surfing Competition, berbagai sektor ekonomi mulai bergeliat. Mulai dari penginapan, rumah makan, hingga jasa pelatihan surfing atau surf school juga berkembang.  

Seperti yang diceritakan Yogi Turnando, salah satu pemilik homestay di Pulau Merah, yang telah merasakan peningkatan ekonomi pasca even kompetisi surfing. Awalnya Yogi hanyalah tenaga pemasaran homestay lokal Pulau Merah.

"Dulunya saya hanya memasarkan rumah saudara dan sejumlah pemilik, sambil pelan-pelan mengembangkan warung ikan bakar. Melihat prospek penginapan yang ramai, maka 2014 saya mencoba merenovasi rumah pribadi saya sesuai standar homestay," ujar Yogi yang juga wakil ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Pulau Merah. 

Perkembangan homestay di Pulau Merah memang pesat. Pada 2012 baru ada 7 homestay, 2013 ada 10 homestay, lalu menjadi 15 pada 2014, dan pada 2015 ini berkembang pesat menjadi 27 homestay. Pendapatan yang diperoleh per rumah tinggal tersebut mencapai Rp 3 juta/bulan, dengan harga sewa kamar di homestay berkisar Rp  150 - 250 ribu/kamar.

"Untuk meningkatkan kualitas homestay, kami juga difasilitasi oleh Dinas Pariwisata daerah untuk belajar bagaimana menyiapkan penginapan dengan standar hotel berbintang. Seperti menata kamar tidur dan kamar mandi," kata Yogi.

Selain homestay, sektor kuliner di Pulau Merah juga berkembang. Yogi yang juga memiliki usaha rumah makan di Pulau Merah mengatakan omzetnya perbulan bisa mencapai Rp 10 juta. "Meningkat pesat pendapatan warung saya dalam dua tahun terakhir. Dulu  itu, dapat Rp 3 juta perbulan saja sudah bagus. Sekarang kalau pas ada libur besar bisa tembus Rp 20 juta per bulan," katanya.

Perkembangan perekonomian di Pulau Merah ini memang seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke pantai yang terletak di Desa Sumber Agung, Pesanggaran ini. Data menunjukkan pada tahun 2014, kunjungan ke Pulau Merah ini  sekitar 200 ribu pengunjung. Pada 2015 ini, hingga akhir Agustus kunjungan telah mencapai 276 ribu orang.

"Saat ada even dan libur besar tingkat kunjungan melesat. Seperti saat hari raya kemarin, pemasukan dari tiket masuk bisa mencapai Rp. 400 juta perbulan. Even surfing seperti ini juga bisa mendongkrak pendapatan. Pada hari pertama kemarin diperoleh Rp. 10,3 juta,  dan hari kedua Sabtu mencapai Rp. 13,8," ujar Yogi.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan MY Bramuda mengatakan untuk mendukung pariwisata di Pulau Merah, pemerintah daerah tidak hanya melakukan promosi dan menggelar even tapi juga memfasilitasi  sejumlah pelaku usaha Pulau Merah dengan mengikuti pelatihan di Bali. Pelatihan ini meliputi manajemen pengelolaan homestay dan pengetahuan tentang kuliner.

"Kami ingin agar warga Pulau Merah bisa memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan dengan harapan akan semakin meningkatkan kunjungan dan   kesejahteraan mereka," ujar Bramuda

Selain penginapan dan sektor kuliner, perkembangan beberapa sektor lain  di Pulau Merah juga mengikuti. Mulai persewaan perahu nelayan untuk wisata keliling pantai, persewaan payung pantai, persewaan papan surfing, sampai berkembangnya sekolah surfing. (Humas Protokol)