PASCA MOU, KREDIT KUR CAPAI Rp.16,4 MILYAR

Banyuwangi-Rabu (25/5). Sejak penandatanganan MOU pelaksanaan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) antara BRI dengan Pemkab Banyuwangi tanggal 16 Maret 2011, dana KUR yang tersalurkan meningkat tajam. sampai dengan April 2011 dana KUR yang tersalurkan mencapai Rp. 16.498 milyar dengan jumlah Nasabah mencapai 2.214 orang. Dari jumlah dana yang tersalurkan yang dikategorikan macet mencapai 1,53 persen atau Rp. 631 juta.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi Tim monitoring dan evaluasi pelaksanaan program KUR di Ruang  Sri Tanjung Setda Kabupaten Banyuwangi. Selain dana KUR yang sudah cair, dalam rapat yang dihadiri oleh PT. BRI (PERSERO) dan satker terkait tersebut, juga  disosialisasikan terbentuknya Tim Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kabupaten Banyuwangi, yang akan segera diikuti oleh pembentukan tim monitoring yang sama di tingkat kecamatan.

Tugas tim adalah untuk melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait secara berkala dalam rangka pelaksanaan penyaluran KUR, sekaligus mensosialisasikannya kepada masyarakat dan memberikan pengarahan dan evaluasi kinerja kepada tim monitoring kecamatan, serta melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Bupati setiap 3 bulan atau sewaktu-waktu ketika diperlukan.

Eko Dwi Santoso, Asisten Bidang Mikro BRI menyampaikan kendala yang dihadapi saat ini yaitu kurangnya tenaga yang ada di BRI untuk melakukan survey di lapangan. "Saat ini kendala tersebut sedang diatasi dengan melakukan rekrutmen tenaga yang khusus menangani hal itu," ujarnya. Sedangkan kendala kedua terkait dengan Sistem Informasi Debitur (SID) yang dikelola Bank Indonesia. "Jika seseorang mengajukan pinjaman  di suatu bank, maka bank tersebut akan check langsung melalui SID, apakah orang tersebut punya tanggungan di bank lain atau tidak. Nah, kendalanya saat ini jaringan dalam SID aksesnya lambat. Sehingga langkah yang  dilakukan BRI saat ini adalah mengkonsultasikan kesulitan tersebut kepada Bank Indonesia," tambah Eko.(HUMAS)