Festival Pantai Cacalan, Kenalkan Kawasan Kuliner Ikan Bakar dan Jus Jambe di Kota Banyuwangi

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi terus mengembangkan destinasi wisata pantainya. Lewat Festival Cacalan, Banyuwangi ingin mengenalkan wisata Pantai Cacalan yang masih di kawasan kota. Pantai ini akan dojadikan pusat kuliner ikan bakar dan minuman segar jus jambe. Festival Pantai Cacalan yang digelar Rabu, (31/07/2019) di Pantai Cacalan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro ini dibuka Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko. Festival ini berlangsung meriah. Ratusan pengunjung yang hadir, disuguhkan deretan kuliner ikan bakar. Aroma khas ikan yang dibakar pun meruak di sekitar lokasi. Membuat para pengunjung tak sabar ingin segera mencicipi ikan bakar yang diolah oleh nelayan setempat. Tak hanya ikan, warung makanan di sana juga menyediakan Jus Jambe. Jus ini dikenal dengan khasiatbya untuk vitalitas tubuh. Rasanya, dijamin segar. Wabup Yusuf mengatakan, festival ini digelar untuk mengenalkan destinasi bahari di sekitar kota, yang dilengkapi dengan kuliner ikan bakar. Ikan yang dijual juga tergolong fresh, karena langsung dibeli dari nelayan yang melabuhkan kapalnya di kawasan tersebut. “Dengan dibukanya festival ini secara otomatis, menjadi identitas baru Pantai Cacalan sebagai destinasi yang menyajikan kuliner ikan bakar. Wisatawan yang ingin menikmati ikan bakar yang fresh, dan lokasi tak jauh dari pusat kota, silakan datang ke Pantai Cacalan," kata Yusuf. Dalam kesempatan itu, Yusuf ikut membakar ikan bersama para istri dan nelayan setempat. "Dan jangan lupa dicoba pula Jus Jambe. Rasanya segar, meski ada rasa getir sedikit dari jambenya. Tapi tetap enak, itu sensasinya. Cocok untuk mereka yang ingin meningkatkan stamina tubuh," imbuh Yusuf. Festival Cacalan dibuka dengan tarian kuntulan dan hadrah kolosal. Sebanyak 200 penabuh hadrah memukul rebana dengan rancak, mereka dengan kompak menyanyikan lagu-lagu Islami mengiringi para penari dengan berlatar belakang pantai. Turis asing yang hadir pun turut menikmati atraksi yang ditampilkan. "Ini sangat menyenangkan. Sebuah festival di pinggir pantai sambil bakar ikan. Juga ada kesenian setempat. Keren," kata Corwin Böker, asal Jerman. Yusuf menambahkan atraksi seni akan menjadi agenda tetap yang akan ditampilkan di Pantai Cacalan. "Festival ini tidak hanya untuk mengenalkan destinasinya saja, tapi juga mengenalkan budaya dari warga setempat. Jadi di setiap kawasan deatinasi, kita akan mengangkat budaya yang berbeda, tergantung tradisi warga setempat," kata Yusuf. Camat Kailpuro Hendry Suhartono menambahkan dengan dibukanya festival ini maka seluruh warung yang ada di pantai ini telah siap menyajikan menu ikan bakar hasil tangkapan sendiri. Mereka ini, kata Hendry, sebelumnya telah dilatih oleh Dinas Perikanan cara mengolah ikan bakar dengan higienis. "Pesertanya rata-rata istri nelayan. Kita ajarkan bagaimana membuat diversifikasi usaha. Tak hanya menjual ikan dalam bentuk mentah, tapi diedukasi bagaimana ikan lokal di branding secara higienis," tutur Hendry. Tak hanya dilatih sekedar membakar saja, tapi mereka juga diajari bagaimana menjadikan ikan bakarnya berkualitas. Mulai dari cara membersihkannya, membakar, membumbui dan menyajikan ikan bakarnya ala restoran. "Dan yang pasti, mereka juga kami ajarkan bagaiman memilih dan membuat jus jambe yang pas di lidah," pungkas Hendry. (*)