ENDOG-ENDOGAN BISA JADI IKON WISATA BUDAYA

Banyuwangi- Gairah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh masyakarat Banyuwangi selalu ditandai dengan mengarak rangkaian pohon yang tiap tangkainya dihiasi dengan telor. Yang dikenal dengan acara Endog-endogan. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini lebih meriah karena dikemas dalam bentuk festival Endog-Endogan (FEE) yang di gelar oleh Radar Banyuwangi dan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKGPAI) Kecamatan Banyuwangi. Selasa (15/2)

Sejak pagi massa yang ingin menyaksikan arak-arakan festival endog-endogan mulai memadati jalur dari depan kantor Pemkab menuju lapangan Blambangan. Dengan berbagai kreasi tiap sekolah mengeluarkan rangkaian telor yang dikemas dalam bentuk bunga, pohon maupun miniatur masjid yang di hiasi telor.

Festival ini bila dikemas makin baik dengan dukungan berbagai pihak akan menjadi salah satu bentuk wisata budaya bagi Banyuwangi, mengingat tidak semua daerah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mengadakan acara endog-endogan. Dan ini menjadi salah satu even yang unik dari Banyuwangi.

“Endog-endogan ini menunjukkan salah satu budaya gotong royong yang perlu dilestarikan, dan menunjukkan antusias masyarakat sebagai bentuk kecintaan masyarakat Islam terhadap Nabi Muhammad SAW” ujar Bupati Anas.

Pemberangkatan festival Endog-endogan yang dimulai pukul 09.00 WIB ditandai dengan penancapan telor pada Jodang oleh Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, MSi. Dan diiringi tarian Rodat Syiiran dari snggar LangLang Buana. Dikikuti satu persatu kafilah menunjukkan berbagai kreasi guna semarakkan perayaan Maulid. Berbagai fragmen ditunjukkan oleh para kafilah seperti perjuangan Islam dan penyebaran Islam di Jawa .selain Bupati Anas, di tribun kehormatan juga hadir Wakil Bupati Yusuf Widatmoko, Muspida dan pejabat pemkab lainnya. (Humas)