Dynan Faris Briefing Seluruh Peserta BEC

LICIN  – Sabtu, (1/10),  seluruh peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) berkumpul di Gedung Diklat PNS untuk mempresentasikan kostum dan  koreografi langsung di depan Dynan Faris, penggagas JFC. Ratusan peserta yang mengusung tema Damarwulan, Kundaran dan Gandrung tampil dengan kostum lengkap plus gerakan – gerakan yang akan dibawakan pada tanggal 22 Oktober berupa fashion run way.

Usai menyaksikan presentasi dari masing-masing tema, Dynan Faris mengevaluasi secara keseluruhan, baik kostum, ekspresi, dan hentakan kaki peserta dalam  mengikuti lagu. “Saya lihat sekilas, dari masing-masing tema masih perlu penghayatan lebih. Misal untuk tema Damarwulan. Damarwulan adalah pertunjukan yang megah, baik hentakan maupun dari sisi kostumnya. Saya minta, semuanya memperbaiki hentakan kakinya agar lebih semangat dan disesuaikan dengan beat-beat musiknya,”tegas Dynan pada para peserta yang demi keberhasilan acara diminta untuk mengulang koreografi hingga berkali-kali. Selain itu Dynan juga minta agar  peserta selalu tersenyum.

Mengenai kostum, Dynan minta agar setiap tema memperhatikan aksen yang ada pada kostumnya. Yaitu pada Damarwulan, semua kepala harus ada bunga kambojanya. Dan dibagian pinggang harus dilengkapi selendang. Sedangkan pada Gandrung, nantinya tiap kepala harus dipasangi kembang goyang serta dilengkapi selendang pula pada bagian pinggang. Tema Kundaran pun juga harus memperhatikan spirit yang ada, yaitu religi Islam, sehingga pakaiannya pun harus tertutup. Dynan juga minta untuk warna pada masing-masing tema lebih dipertegas lagi , namun yang paling penting semua kostum harus tetap berkilau dengan hiasan kaca-kaca ataupun manik-manik.

Diluar kostum, ekspresi dan koreografi, Dynan juga berpesan supaya pada hari-H, peserta harus punya percaya diri yang luar biasa dan stamina yang terjaga.”Menjadi bintang karnaval itu impian semua orang.Tapi untuk menjadi bintang itu butuh pembuktian.Anda harus benar-benar punya percaya diri yang tinggi dan stamina yang baik. Maka  barulah anda layak disebut bintang. Bintang Banyuwangi Ethno Carnival, “ujar Dynan seraya disambut riuh tepuk tangan peserta.”Kita tunggu tanggal 22 Oktober nanti, apakah BEC akan benar-benar menggetarkan bumi Blambangan,”lanjut Dynan lagi.

Sehari sebelumnya, Jumat (30/9), telah diadakan audisi mayoret. Dimana dipilih kurang lebih 30 orang per tema. Pemilihan tersebut didasarkan pada kemampuan peserta melakukan gerakan baris-berbaris, kemampuan leadership, fashion runway, fashion dance, dance kontemporer, permainan tongkat dan ekspresi.

Pada 15 Oktober mendatang – satu minggu sebelum show time - semua peserta akan dikumpulkan di Gedung Wanita, yang semuanya harus berkostum dan bermake up lengkap. Setelah beberapa arahan, peserta akan diujicobakan di venue (tempat), yaitu di jalan didepan SD Kepatihan, atau tepatnya di sepanjang jalan sebelah utara Taman Blambangan yang akan diubah menjadi runway bagi peserta pada hari itu. Mereka akan disaksikan langsung oleh beberapa undangan, yang sengaja diundang untuk melihat kesiapan mental peserta jika dihadapkan pada banyak audience.(HUMAS DAN PROTOKOL)