Dimulai 15 Februari, BPS Banyuwangi Ajak Warga Sukseskan Sensus Penduduk 2020

Banyuwangi – Pemerintah akan mulai melakukan sensus penduduk pada tanggal 15 Februari 2020 mendatang. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi, Tri Erwandi, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali tersebut.

Tri mengatakan, sensus penduduk digelar setiap 10 tahun sekali untuk mengetahui perkembangan jumlah penduduk dari periode ke periode, persebaran serta kepadatan penduduk di setiap wilayah, juga mengetahui berbagai atribut sosial penduduk.

Pada tahun ini, jelas Tri, sensus akan menggunakan data registrasi penduduk yang disebut Combined Method (Metode Kombinasi). Dengan metode ini, data administrasi yang tersedia pada Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri akan dikombinasikan dengan pencacahan lapangan, baik melalui pendataan mandiri (Sensus Penduduk Online) maupun wawancara door-to-door.

"Kita harapkan saling menguntungkan antara BPS dan Dukcapil terkait update data terkini. Sehingga kedepan data Dukcapil dan sensus penduduk menjadi satu, One Data, sehingga bisa memberikan kualitas data pendudukan yang lebih bagus," ungkap Tri, saat sosialisasi tentang sensus penduduk dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) di Kantor Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Rabu (5/2/2020).

“Untuk itu, kami berharap agar seluruh masyarakat. warga Banyuwangi khususnya ikut berpartisipasi mensukseskan sensus 2020. Keterlibatan warga sangat menentukan data kependudukan yang valid dan akurat. Ini akan sangat bermanfaat bagi perencanaan pembangunan kita ke depan,” imbuhnya.

Tahapan sensus penduduk tahun ini juga berbeda dengan sensus – sensus sebelumnya. Sensus akan diawali dengan sensus online (pendataan mandiri secara daring) yang digelar dari 15 Februari – 31 Maret 2020. Setiap satu keluarga diminta mengisi data yang diakses secara online lewat portal (sensus.bps.go.id).

“Portal ini bisa diakses dengan menggunakan smartphone, tablet, komputer, maupun laptop. Ada sekitar 15 pertanyaan pokok yang perlu diisi oleh masyarakat. Sebelum mengisi, siapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kode Kartu Keluarga (KK) karena itu sebagai password untuk bisa mengisi daftar pertanyaan,” jelas Tri.

“Pengisian sensus daring bisa dilakukan siapa saja dalam satu anggota keluarga. Tidak harus kepala keluarga, siapa pun bisa asal tahu NIK dan KK-nya. Biar lebih gamblang, masyarakat bisa mempelajari panduan pengisian di youtube, klik saja sensus penduduk online,” terangnya.

Setelah sensus online, tahap berikutnya akan dilakukan sensus penduduk secara wawancara pada 1 – 31 Juli 2020. Wawancara langsung ini untuk memverifikasi hasil sensus online serta mengecek keakuratan data warga.

“Ini sekaligus bisa dimanfaatkan warga yang belum mengisi sensus online. Nanti akan ada petugas door to door untuk mengupdate data,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendukung penuh pelaksanaan sensus penduduk 2020 ini. Anas telah meminta seluruh jajarannya untuk menyukseskan sensus penduduk tahun ini.

“Kami juga akan turun melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat, agaar data yang masuk ke BPS ini bisa valid. Tentunya data ini penting bagi pemerintah psuat maupun daerah untuk merencanakan program-program pembangunan ke depan. Data yang valid akan lebih memudahkan kami dalam memetakan masalah sehingga program yang akan dilakukan pemkab bakal lebih terarah,” kata Anas.

Untuk itu, Anas meminta masyarakat untuk memberikan data secara akurat. “Isi dan jawab saja apa adanya, karena isian warga ini nanti akan menajdi patokan bagi pemerintah untuk membuat kebijakan. Jadi isi saja dengan sebenar-benarnya,” pungkas Anas. (*)