DIKLAT PERIKANAN BP3 BANYUWANGI

Banyuwangi - Selasa kemarin (2/5), berlangsung acara penandatanganan MoU dan Pembukaan Diklat Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan (ANKAPIN) dan  Ahli Teknik Kapal  Perikanan (ATKAPIN) Tingkat III di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BP3), Bangsring, Banyuwangi. Dalam laporannya, Kepala BP3, I Wayan Suwarye, mengatakan, pelatihan tersebut dilakukan sebagai bentuk kerjasama antara BP3 Banyuwangi, Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi serta SMK kelautan Perikanan wilayah kerja BP3 Banyuwangi. Kerjasama itulah yang tertuang dalam MoU, sehingga kedepannya pelatihan tersebut menjadi kegiatan dengan kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak masing-masing.

Pelatihan yang diikuti oleh 90 orang tersebut bertujuan untuk mendapatkan sertifikat yang nantinya bisa digunakan sebagai persyaratan untuk  mengoperasikan kapal. “Pada akhir pelatihan akan diadakan ujian Negara baik tertulis dan praktek, bagi peserta yang lulus akan diproses lebih lanjut’” demikian ungkap Suwarye. Pelatihan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan SDM baik potensi maupun perannya di bidang perikanan dan kelautan. Peserta yang mengikuti pelatihan ternyata  tidak hanya berasal dari wilayah Banyuwangi, sejumlah 30 orang berasal dari Kalimantan Selatan.

Sementara itu Kepala Pusat pelatihan (KAPUSLAT) Kelautan dan Perikanan Pusat, Drs. Mulyono, MM, menambahkan mengenai peran BP3 yang ikut serta dalam pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir. Karena BP3 memiliki wewenang dan kemampuan untuk melakukan pelatihan teknis dan kewirausahaan hingga masyarakat pesisir bisa mandiri dan menjadi pelaku utama bidang kelautan.

Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas, yang juga ikut serta memberikan pengantar dalam acara itu mengungkapkan upayanya menumbuhkan investasi perikanan yang saat ini masih sangat kecil. Ia juga menegaskan kembali  mengenai program minapolitan yang dikembangkan di Muncar. Bupati mengusahakan agar program tersebut berjalan terintegrasi di berbagai bidang. “Saya menyampaikan kepada pemerintah pusat agar program minapolitan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik namun  juga memperhatikan faktor sosial ekonomi masyarakat setempat agar manfaatnya langsung terasa,” ujar Bupati. Lebih lanjut Bupati megharapkan agar pelatihan ini tidak hanya menjadi formalitas tetapi menjadi bagian upaya keselamatan pelayaran dan eksplorasi laut yang tepat guna.

Peresmian pembukaan pelatihan ditandai dengan penyematan tanda peserta pelatihan oleh Bupati pada perwakilan peserta dan penandatanganan MoU. (Humas)