Di Banyuwangi Sekarang Berdiri Pos Siaga SAR Basarnas

Di Banyuwangi Sekarang Berdiri Pos Siaga SAR Basarnas

BANYUWANGI –   Pos Siaga SAR (Search And Rescue) kini berdiri di Banyuwangi. Pos Siaga SAR yang ditempatkan di Pelabuhan LCM Ketapang, Banyuwangi ini diresmikan langsung Kepala Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo, Rabu (22/6). Sejumlah alutsista pun dtempatkan di sana untuk melengkapinya. 

Dibangunnya Pos SAR di Banyuwangi oleh Basarnas ini ini kata Marsekal Soelistyo, untuk mempercepat response time terhadap musibah atau kecelakaan baik di darat, laut dan udara di wilayah Banyuwangi. Khususnya kecalakaan di perairan Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk yang dianggap cukup padat arus lalu lintasnya.

Apalagi, kata Bambang, setelah adanya peristiwa tenggelamnya kapal Rafelia 2 yang menelan korban menjadi pemicu dibutuhkannya respon cepat untuk penanganan kecelakaan yang ada di selat Bali. Selama ini, lanjut Marsekal, untuk wilayah timur kantor SAR baru ada di Jember. Otomatis memperlambat respon time penanganan jika ada kecelakaan di wilayah penyebrangan Ketapang.

“Dengan adanya Pos Siaga SAR ini, paling tidak respon penanganan bisa lebih cepat. Maksimal 30 menit dari info adanya kecelakaan sudah bisa ditangani,” ujarnya.

Untuk Pos Siaga SAR di Banyuwangi ini, merupakan pos yang ke 67 dari sekian pos yang didirikan Basarnas. Idealnya kata Marsekal Bambang, kebutuhan rescuer di Indonesia perlu 5.700 rescuer, namun saat ini baru ada 1.682 rescuer.

Guna melengkapi operasionalnya, sejumlah alutsista pun Siaga SAR telah ditempatkan di Pos Siaga SAR Banyuwangi ini. Di antaranya satu unit perahu karet, satu unit kapal cepat dan peralatan selam. Selain juga ada peralatan SAR darat seperti genset, alat  pemotong besi, alat komunikasi dan tabung oksigen untuk SAR di gunung.

Dalam operasionalnya nanti, di Pos Siaga SAR untuk sementara akan di tempatkan delapan personil dari Basarnas dengan dikomando langsung dari Kantor Basarnas Surabaya. “Personil-personil  ini akan kita ditambah seiring dengan eskalasi musibah,” ujarnya.

Selain dari Basarnas Pos Siaga SAR ini akan bekerja sama dengan empat empat komponen SAR, yang terdiri TNI/Polri, Instnasi pemerintah daerah dan potensi SAR yang ada di masyarakat Banyuwangi.

Untuk optimalkan kerja sama dengan empat komponen ini, lanjut Marsekal,  Basarnas juga akan memberikan pelatihan-pelatihan SAR kepada empat komponen tersebut. Seperti pelatihan SAR di darat, laut dan pegunungan. “Pelatihan menyamakan persepsi, pola fikir dan tindak penanganan  musibah operasi SAR ini dilakukan dengan rutin dan bertahap, sehingga saat terjadi bencana mereka sudah tidak canggung lagi,” imbuhnya.  

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko yang hadir dalam kesempatan tersebut menyambut positif peresmian Pos Siaga SAR di Banyuwangi. “Dengan berdirinya Pos Siaga SAR ini Basarnas bisa bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi dalam hal penanganan bencana di Banyuwangi. Ketika ada bencana, langkah-langkah responsive bisa cepat diambil sehingga Banyuwangi ke depan menjadi daerah yang aman dalam sisi penanganan bencana,” ujar Wabup.

Selain itu, imbuh Wabup, dengan miliki Pos Siaga SAR ini, bisa memberikan layanan rescue dengan cepat. Mengingat frekuensi pelayaran di Pelabuhan Ketapang yang tinggi.

Hadir dalam peresmian ini Deputi Bidang Potensi SAR Basarnas, Marsda Sudipo Handoyo, Direktur Sarana dan Prasarana, Basarnas, Marsma Wahyu A, Kepala Pusat Data dan Informasi, Basarnas Kol.Adm. Latif Ainul Yaqin dan Kepala Kantor Basarnas Surabaya, Mochamad Arifin.  (Humas)