Dani Azwar Anas Semangati Wirausahawan Daerah

BANYUWANGI – Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional) Daerah Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, atau yang biasa disapa Dani Azwar Anas mengajak para pekerja di sektor kreatif untuk terus berinovasi dengan produknya. Tak hanya itu, kolaborasi dan networking juga perlu dilakukan untuk memperluas pasar. 

Hal itu disampakan Dani saat memberikan motivasi wirausaha pada ratusan peserta pelatihan peningkatan kompetensi dan manajerial pelaku usaha mikro di aula Kantor Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Selasa (25/2/2020). 

Acara tersebut diikuti 300 peserta yang terdiri dari pengusaha mikro, pemuda karang taruna hingga anggota dan pengurus badan usaha milik desa (Bumdes).

Dani mengatakan menjadi seorang wirausaha merupakan pilihan yang baik bagi siapa saja yang ingin membangun perekonomian secara mandiri. Namun untuk memulai sebuah usaha, ada beberapa sikap yang harus dimiliki oleh setiap orang selain modal usaha.

“Dalam memulai usaha, modal finansial memang penting, tapi itu bukanlah yang utama. Ada hal yang lebih penting harus dimiliki oleh seorang wirausaha. Salah satunya adalah mental pantang menyerah dan mau terus mencoba,” kata Dani mengawali motivasinya.

Selain pantang menyerah, Dani juga mengajak para peserta untuk meningkatkan daya jual produknya dengan melakukan kreasi dan inovasi. Kreasi bisa dilakukan dengan membuat satu bahan baku menjadi beberapa produk. 

Sedangkan inovasi bisa dilakukan untuk melakukan lompatan penjualan misalnya dengan berkolaborasi dengan pihak lain untuk pemasaran.

“Untuk bisa berkreasi dan berinovasi, seorang wirausaha harus mau terus belajar. Menimba ilmu dan pengalaman dari orang-orang sudah lebih dulu sukses, yang sudah jalan bisnisnya,” pesan Dani.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Nanin Oktaviantie, pada tahun ini Diskop telah menganggarkan banyak pelatihan untuk mencetak wirausahawan daerah. 

Mulai pelatihan bagi pemula yang ingin merintis usaha, hingga pelatihan untuk meningkatkan kapasitas produk UMKM. 

“Macam-macam pelatihannya. Mulai pelatihan batik, kerajinan oleh-oleh, packaging, hingga marketing onlline,” kata Nanin. 

Ditambahkan Nanien, di pelatihan nanti juga akan diisi sharing pengalaman dari pelaku usaha daerah yang telah sukses. 

“Kami ingin para peserta semakin semangat dalam memulai maupun menekuni usaha yang sekarang telah digeluti,” pungkas Nanin. (*)