Dalam Sehari Tiga Kepala Daerah Serbu Banyuwangi Belajar Tata Kelola Pemerintahan

BANYUWANGI – Tiga kepala daerah menyerbu Banyuwangi. Tiga kepala daerah tersebut, Walikota Serang Provinsi Banten, Tubagus Haerul Jaman, Walikota Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat, Ramlan Nurmatias, dan Plt Bupati Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan Ardiansyah.

Mereka menyeberang ke Banyuwangi bersama para jajarannya untuk mengetahui pelaksanaan e-government Banyuwangi yang menjadi landasan pengembangan pemerintahan, serta pengembangan pariwisata kabupaten di ujung Timur Jawa ini.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengungkapkan kedatangannya kemari untuk sharing tentang berbagai hal. Mulai dari pemerintahan, keamanan, ketertiban dan pariwisata. “Salah satunya tadi kami ke mall pelayanan publik. Ini bagus dan lengkap sekali pelayanan publiknya. Semuanya sudah memakai aplikasi elektronik. Masyarakat mendapatkan kemudahan dan  biaya yang irit. Ini salah satu yang ingin kita tiru,” kata Ramlan.

Sedangkan Walikota Serang, Tubagus Haerul Jaman mengatakan, Banyuwangi proses  pertumbuhannya luar biasa. Ini memotivasi banyak daerah untuk maju seperti Banyuwangi. “Kami melihat ada percepatan di pemerintahan. Banyuwangi sudah  menerapkan Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan (SIMRAL).  Semoga ini juga bisa diterapkan di Kota Serang,” ujarnya.

Senada dengan dua kepala daerah sebelumnya,  Plt. Bupati Hulu Sungai Selatan, Ardiansyah mengatakan, pihaknya terinspirasi dengan berbagai kemajuan Banyuwangi. “Pokoknya kita kemari mau studi tiru semua kemajuan yang ada di Banyuwangi. Nanti Pak Bupati silahkan datang ke daerah kami apakah yang kami bawa dari sini sudah diterapkan dengan baik atau belum,” tandas Ardiansyah.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut hangat kedatangan ketiga kepala daerah tersebut. Anas menyampaikan banyaknya daerah yang datang ke Banyuwangi, bukan berarti Banyuwangi lebih unggul.

Sebenarnya, lanjut  Anas, daerah-daerah yang berkunjung ke Banyuwangi sendiri sudah hebat. Salah satunya Kota Bukittinggi, yang memiliki banyak potensi. Mulai dari kekayaan alamnya, karya-karya sastra yang terkenal, hingga  tokoh-tokoh nasional. “Kalau bicara Bukittinggi, saya jadi ingat novel yang melegenda seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk dan Di Bawah Lindungan Ka’bah. Ada juga kekayaan alam Ngarai Sianok dan jam gadangnya yang fenomenal,” ujar Anas.

“Jadi di sini kita saling belajar, apa yang baik dari Banyuwangi silahkan diambil dan kami pun akan terus belajar apa yang lebih unggul di daerah lain. Seperti saat kami belajar tentang penyelenggaraan sport tourism Tour de Singkarak di Sumatera Barat,” pungkas Anas. (*)