Cegah Difteri Pemkab Gelar Sosialisasi dan Imunisasi BLF dan ORI

BANYUWANGI – Guna Menurunkan angka penderita  sekaligus mencegah kasus difteri di Kabupaten Banyuwangi, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi menggelar sosialisasi, koordinasi dan persiapan Imunisasi Beek Log figthing (BLF) dan Out Break Respon Immunization (ORI), dalam rangka penanggulangan kejadian luar biasa (KLB), yang digelar di Aula Rempeg Jogopati, Kamis (10/11). Sasaran sosialisasi ini sudah jelas, seluruh Kepala Puskesmas, koordinator imunisasi, kader PKK se Kabupaten Banyuwangi.

Acara yang dimulai pukul 10. 30 Wib  cukup menarik. Karena, selain dibuka Wabup Yusuf Widiatmoko, acara tersebut juga dihadiri Ny Dhani Azwar Anas yang begitu peduli dengan kesehatan masyarakat. Hal itu terbukti, selama sosialisasi Ibu Bupati Anas ini tidak sedikitpun beranjak dari kursinya. Bahkan beberapa waktu lalu Ny Dhani beberapa kali memantau pemberian Imunisasi kepada anak-anak di berbagai sekolah.

Sementara itu Wabup Yusuf Widiatmoko, saat membuka acara tersebut menegaskan perlunya sosialisasi ini, karena Banyuwangi dinilai kabupaten yang dianggap endemis terhadap virus difteri. “Kami berharap semua jajaran untuk meningkatkan imunisasi baik itu campak dan polio bisa tuntas hingga 95 persen. Khusus Dinas Kesehatan diharapkan secara dini bisa mendeteksi virus difteri ini sehingga tidak terjadi KLB di Banyuwangi,” tuturnya. 

Mendengar  arahan Wabup Yusuf ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Hariaji Sugito, SKm, MM menyatakan siap melakukan gerak dan respon cepat melalui ORI, guna menangani kejadian yang dianggap KLB tersebut.  Dikatakan Hariaji, di Tahun 2010 Banyuwangi memang dinyatakan ada 10 kasus yang terkena difteri. Namun kasus tersebut bisa menurun di tahun 2011 hingga 3 kasus. “Alhamdulullilah sampai akhir November ini, Banyuwangi ditemukan 3 kasus difteri, yang rata-rata di derita anak-anak usia di bawah tiga tahun. Mudah-mudahan cukup sampai disini. Hal itu juga berkat ORI dalam menangani hal ini,”ujarnya.

Melihat keberhasilan ini, lanjut Hariaji, pihaknya menggelar acara di atas dengan sasaran para steak holder yang bertugas langsung menangani layanan terhadap masyarakat. “Kami berharap dengan sosialisasi ke daerah BLF (daerah yang cakupan imunisasinya dianggap rendah) bisa dilaksanakan dengan baik oleh pelaku kesehatan, sehingga penyebaran segala macam penyakit bisa diminimalisir,” harap Hariaji.

Selain berharap para steak holder bisa bekerja dengan baik, Hariaji juga menjelaskan kalau penyebaran virus difteri ini sangat cepat, karena penularannya melalui udara. Sehingga kata dia, masyarakat perlu waspada dan membentengi diri dengan imuniassi. “Selanjutnya bagi seseorang yang dinyatakan terjangkit virus tersebut, sebaiknya untuk membatasi diri dan berusaha tidak menyebarkan ke orang lain baik sengaja atau tidak. Dengan cara  gunakan masker penutup mulut,” ujarnya. (Humas dan Protokol)