Bupati Undang Pelaku Wisata, Guna Majukan Wisata Banyuwangi

BANYUWANGI – Bupati Abdullah Azwar Anas bertekad menjadikan pariwisata sebagai salah satu pendongkrak perekonomian di Banyuwangi. Guna mewujudkan tekadnya, Bupati Anas mengajak pelaku pariwisata di Banyuwangi duduk bersama mencari alternatif pengembangan pariwisata.

Sekitar pukul 13.00 Wib, Jum’at (15/7) Bupati Anas, Sekkab Sukandi, para pejabat teras pemkab beserta pemilik Ijen Resort dan Margo Utomo Cottage, Manager Hotel Ketapang Indah, Mirah, Surya, Kalibaru Cottage dan Owner Sky Aviation, Yusuf Arby dan Manager Ramayana Travel berkumpul di Aula Rempeg Jogopati. Kehadiran para stake holder pariwisata tersebut untuk menghadiri undangan Bupati Anas, yang ingin mendengarkan konsep dan aspirasi mereka bagaimana memajukan pariwisata di Banyuwangi.

Dalam forum tersebut, Bupati Anas memberi kesempatan kepada masing-masing pelaku wisata untuk urun rembug. Dimulai dari pemilik Ijen Resort, Sudjianto, memberikan ide cemerlang bagiamana memajukan wisata Banyuwangi. Dalam penyampaiannya, Sudjianto, sempat memuji keelokan Banyuwangi yang menurut pandangannya setara dengan Kota Yogyakarta dan Tana Toraja. Posisi Banyuwangi, yang dekat dengan Bali kata dia, ditambah keelokannya seharusnya mampu menarik wisatawan yang ada di Bali. Tapi yang terjadi saat ini, hanya beberapa turis saja yang mau singgah ke Banyuwangi. Hal itu disebabkan minimnya informasi tentang destinasi wisata. “Bagaimana cara menarik wisatawan dari Bali? di Bali ada sekitar 325 biro perjalanan wisata yang memiliki jaringan ke seluruh penjuru dunia. Dari agen sebanyak itu sebagian besar tidak mengetahui potensi wisata Banyuwangi. Bahkan, setiap tahun mereka mendatangkan 2 juta lebih wisatawan ke Pulau Dewata. "Untuk menarik wisatawan, mengapa pemkab tidak mengagendakan even semacam Banyuwangi Nite di Bali. Saya kira, ini cara jitu karena wisatawan dari Bali yang sudah over load,” sarannya

Setelah pemilik Ijen Resort, semua pelaku wisata, pemilik hotel dan trevel turut memberikan masukan mengenai pariwsata. Nyaris semua ide yang disampaikan sama, yakni minta infrasturktur, mulai sarana  hingga jalan akses menuju obyek wisata perlu dibenahi. Selain itu mereka juga minta lebih gencar dan konsisten mempromosikan pariwisata.

Mendengar semua saran dan masukan dari pelaku wisata, Bupati Anas menyambut baik usulan-usulan tersebut dan memerintahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan segera berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk menyiapkan agenda, melalui gathering dengan para agen wisata. "Saya berharap pelaku wisata di Banyuwangi, khususnya pemilik hotel dan travel ikut andil mengenalkan Banyuwangi. Saya juga ingin pertemuan ini bisa mengintegrasikan manajemen pariwisata antara pemkab dan pelaku wisata di Banyuwangi. Apalagi ada masukan-masukan yang konstruktif ini,” jlentreh Bupati.

Pertemuan eksklusif tersebut, juga dihadiri General Manager Radar Banyuwangi, Choliq Baya dan GM Radar Jember,Samsudin Adlawi. Dalam sesi terkahir, Samsudin Adlawi, sempat memfloorkan rencananya bersama Bupati Anas, untuk membuat even Banyuwangi Etno Carnaval (BEC), seperti Jember Fashion Carnaval (JFC). “Festival ini diharapkan menjadi penungkit pariwisata di Banyuwangi.Sehingga mampu menyedot ribuan wisatawan,”harap mantan GM Radar Banyuwangi ini yang juga diamini Bupati Anas. (humas)