Bupati Seruyan-Kalimantan Tengah Bawa 30 Pejabat Terasnya Belajar Berbagai Inovasi Banyuwangi

 

BANYUWANGI –  Bupati Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, Yulhaidir melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi. Rabu (9/10/2019). Sebanyak  30 pejabat teras dibawanya serta untuk belajar berbagai program inovasi yang dimiliki Banyuwangi selama dua hari, Rabu – Kamis (9 – 10/10/2-19). 

Ditemui Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas di Lounge Pelayanan Publik Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Yulhaidir mengaku terkesan dengan inovasi yang dibuat  Banyuwangi.

“Kami mendapatkan referensi tentang Banyuwangi dari pemerintah pusat yang merekomendasikan kami untuk belajar kemari,  dan juga dari  berbagai media massa yang kami baca. Karena itulah sekarang kami berada di sini untuk melihat dari dekat bagaimana inovasi itu dibuat dan berjalan, bahkan membuat banyak perubahan di Banyuwangi,” ujar Yulhaidir.

Menurutnya, Banyuwangi sekarang sangat jauh berbeda dengan Banyuwangi yang dikunjunginya tahun 2006 silam. “Dulu saya lihat Banyuwangi terkesan kuno. Saat itu saya memang cuma transit saja di Pelabuhan Ketapang sebelum menyeberang ke Pulau Bali. Jadi mampirnya bukan sengaja ingin mampir. Beda dengan sekarang yang benar-benar mau berkunjung kemari untuk belajar,” tutur Yulhaidir.

Di Banyuwangi, Yulhaidir mengaku akan belajar berbagai program seperti pelayanan publik, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP), dan cara Banyuwangi mengelola pariwisatanya. 

“SAKIP kami masih B. Kami ingin mengetahui bagaimana kiat-kiat Banyuwangi sehingga SAKIP-nya bisa meraih predikat A. Selain itu kami juga tertarik dengan berjalannya pelayanan publik satu pintu yang  dimiliki Banyuwangi, serta pengelolaan pariwisata di sini. Insha Allah kami akan terapkan di tempat kami apa yang kami pelajari di sini,” ujar Yulhaidir.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas 
mengaku terbuka jika ada kabupaten/kota lain yang ingin belajar dari Banyuwangi tentang beragam program yang dibuatnya. 

“Silakan saja bagi siapa pun yang ingin datang ke Banyuwangi untuk menimba ilmu. Banyaknya daerah yang datang ke Banyuwangi, bukan berarti Banyuwangi lebih unggul. Kami juga terus berbenah ditengah banyak keterbatasan yang kami miliki,”tandas Anas.

Dikatakan Bupati Anas, SAKIP adalah salah satu tolok ukur capaian kinerja suatu daerah. Untuk mengimplementasikan SAKIP, ada beberapa langkah yang dilakukan Banyuwangi. 

“Kami membangun komitmen bersama dengan para kepala SKPD. Kami bangun pula  penguatan peran masing-masing mulai dari perencanaan, evaluasi dan pelaporan. Selain itu juga rutin dilakukan evaluasi kinerja SKPD serta intens berkonsultasi dengan Pemprov Jawa Timur dan KemenPAN-RB,”ujar Anas.

Untuk meminimalkan tumpang tindih kegiatan antar SKPD, imbuhnya, program SKPD disederhanakan sesuai kebutuhan masing-masing SKPD. 

“Dalam beberapa tahun ini kita jalin kolaborasi antar organisasi perangkat daerah. Ego sektoral dihapus. Yang jadi fokus adalah target kinerja, bukan siapa pelaksananya," pungkas Anas. 

Selama di Banyuwangi, Bupati Seruyan menyempatkan diri untuk mengunjungi Mal Pelayanan Publik dan pendapa kabupaten. Tim-nya pun juga tak melewatkan kesempatan untuk mendaki Kawah Ijen dan menikmati berbagai kuliner khas Banyuwangi. (*)