BUPATI SERIUS TANGANI PARIWISATA

Banyuwangi-Potensi Pariwisata Banyuwangi banyak yang belum tergarap secara maksimal, yang bila penanganannya benar dan tepat saran akan mendatangkan nilai ekonomis yang besar dari dunia pariwisata.  Banyak hal menarik yang mendapat kajian serius dari Kang Anas, ketika memimpin rapat kerja evaluasi ,Selasa (15/3) di pendopo Shaba Swagata.  Bidang Pariwisata  mendapat perhatian secara detail. Dalam rapat itu  dikupas diantaranya  problem  utama  pariwisata  adalah  minimnya  infrastruktur. Saat ini pembangunan pariwisata alam , skala prioritas  diarahkan ke ijen, berupa pembangunan jalan dan lampu.

Disamping itu  agar lebih mengenalkan pariwisata Banyuwangi pada masyarakat dunia, Bupati meminta supaya Web pariwisata Banyuwangi  terus disempurnakan. Karena web merupakan salah satu jendela dunia, dimana wisatawan internasional mudah dan murah mengaksesnya bila ingin berkunjung ke Banyuwangi.  Semisal diekspose  gambar-gambar maupun artikel yang menarik dan interaktif. Perhatian Bupati Anas juga ditujukan kepada para seniman, Bupati meminta Kadis Pariwisata dan Kebudayaan agar penghargaan kepada seniman  ditingkatkan. Media lain yang bisa pula dijadikan sarana promosi pariwisata adalah buku,  Bupati berharap dapat diterbitkan  buku seni minimal 2 buah tahun ini, juga agar dirancang Newsletter/info pariwisata cukup 1 saja tetapi dengan kualitas baik dan eksklusif dalam tampilan maupun isi

“Dengan memegang buku yang menarik dan eksklusif, akan menciptakan daya minat  wisatawan berkunjung ke Banyuwangi” ujar Kang Anas. Disamping itu program  Famtrip agar diintegrasikan dengan penerbangan. Outlet kerajinan pada pariwisata. Pembangunan MCK di lokasi pariwisata, minimal 1 unit di Kemiren. Juga menjadi kajian Bupati Anas. Dan meminta  Dinmparbud mengusulkan pada PAK APBD

2011. dalam pembuatan MCK Bupati mengarahkan supaya dikoneksi dengan rumah penduduk dan disurvey dari sekarang. Dinas pariwisata dan Dinasperindagkop agar melakukan kajian dan survey pasar untuk pembangunan rest area internasional. Yang bersifat terintegrated dengan kegiatan ekonomi lainnya.

“Kita mudah membangun, namun bila kedepan tidak mengalami perkembangan dan mempunyai value akan sia-sia yang kita kerjakan” pesan Bupati Anas.

Bupati mengapresiasi usulan diadakannya Festifal  Budaya   dan menginstruksikan  segera diadakan  koordinasi  dengan  panitia  JFC (Jember Fashion Carnaval).

“Kalau JFC lebih cenderung pada Pop Art, kita menampilkan sisi budaya” .kata Bupati Anas.

Promosi dalam dunia pariwisata ibarat dua sisi dalam satu mata uang, dan ini sangat disadari Kang Anas sehingga sarana multi media juga mendapat perhatiannya seperti dibuat rekaman potensi wisata yang bagus agar dishooting, dibuat CD, sebagai bahan informasi di kapal.

Membuat display tampilan promosi tidak semudah yang dibayangkan, dibutuhkan sentuhan pikiran seorang advertazer agar hasilnya mampu menyita perhatian orang pada pandangan pertama.(*Humas)