Bupati Larang Lakukan Kekerasan Dalam MOS

Banyuwangi-Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas,MSi, melarang melakukan tindakan kekerasan dan tindakan yang tidak mendidik dalam masa orientasi siswa baru. "Dalam masa orientasi ini jangan lakukan tindakan kekerasan yang tidak bersifat mendidik. Gunakan MOS ini sebaik-baiknya untuk ta'aruf dan saling mengenal terhadap teman dan lingkungan sekolah," demikian ditegaskan oleh Bupati dalam acara pembukaan Masa Orientasi Peserta Didik Baru Berkarakter (MOPDBB) tahun 2011/2012 se Kabupaten Banyuwangi di SMA 1 Giri.

Pembukaan MOPDBB diikuti oleh perwakilan dari siswa baru SMA/SMK/MA dan SMP/MTs se wilayah kecamatan Banyuwangi, Giri, Glagah, Kabat dan Wongsorejo. Masing-masing sekolah mengirimkan perwakilan untuk mengikuti pembukaan MOS tersebut. MOS direncanakanserentak se Kabupaten Banyuwangi mulai tanggal 11 - 13 Juli 2011. MOS diikuti oleh siswa SMP/MTs sebanyak 25 ribu siswa se Kabupaten Banyuwangi, sedangkan SMA/SMK/MA sebanyak 22 ribu siswa. MOS bertujuan adag peserta didik baru mengenal kehidupan lingkungan sekolah dan menyatu dengan warga sekolah dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Pembukaan MOS ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada siswa. Disampaikan pula oleh Bupati tentang program khusus untuk sekolah, yaitu program Sekolah Berbagi, maksudnya diminta bagi siswa yang berlatarbelakang ekonomi mampu dihimbau untuk berbagi dengan teman yang kurang mampu dengan cara menyisihkan sebagian uang saku yang diberi orang tua untuk keperluan sekolah teman yang tidak mampu. Dan program yang lain adalah program Banyuwangi Cerdas, yaitu semacam program bidik misi bagi siswa yang berprestasi tapi tidak mampu dalam perekonomian.Program ini bekerjasama dengan Universitas Jember membuka program beasiswa bagi mereka. Nantinya biaya hidup mereka juga akan ditanggung sepenuhnya.

Materi dalam MOS disamping tentang pengenalan lingkungan sekolah juga dimasukkan pula materi untuk menumbuhkembangkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, wawasan kebangsaan serta  penghayatan dan apresiasi terhadap seni dan budaya.