BUPATI LAKUKAN NOTA KESEPAKATAN DENGAN BIFA

BANYUWANGI-Bali International Flying Academy (BIFA) berkesempatan untuk bertemu Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas, MSi, di ruang kerja Bupati di kantor Pemkab Banyuwangi pada Selasa siang (26/4). Dialog tersebut terkait dengan pengembangan BIFA ke depan. Sebagaimana diketahui bahwa selama ini telah berdiri sebuah sekolah penerbangan yang dikelola oleh BIFA di kawasan Patoman, Blimbingsari.Bupati didampingi Wakil Bupati, Yusuf Widiatmoko, S.Sos, Kepala BAPPEDA, Ir. Suhartoyo, Sekkab  Banyuwangi, Drs. Ec. Sukandi,MM, dan Andy H. Suryaka selaku Kepala Bandara Blimbingsari Banyuwangi. Pihak BIFA diwakili oleh Direktur  BIFA, Robby Johan bersama  2 pengelola lainnya.

Robby Johan menyampaikan pada Bupati bahwa pihaknya membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terkait konsep mana yang paling cocok untuk diterapkan di Banyuwangi.Selain itu BIFA juga membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk biaya pengembangan. Maka menurut Robby, pihaknya menanyakan kepada Bupati, apakah ada Bank yang mau bekerjasama  tapi tawaran kerjasama itu yang menyampaikan adalah dari pihak Pemkab Banyuwangi kepada Bank tersebut. Nanti untuk pembiayaan lanjutan, BIFA juga akan membantu pembiayaannya.         ” Eksistensi BIFA di bandara Blimbingsari  perlu ditunjukkan dengan adanya hanggar (tempat parkir pesawat) dan instrumen-instrumen pendukung lainnya yang masih perlu dibangun,” ujar Irma , dari BIFA menambahkan.

Menanggapi uraian BIFA, Bupati Anas mengatakan,” Saat ini Pemkab Banyuwangi sedang menata  desain dan konsep untuk menuntaskan master plan investasi 3 – 4 bulan mendatang. Kajian yang akan berjalan adalah master plan tata ruang bandara termasuk akses jalan masuk ke bandara , dan ijin-ijin pembangunan perumahan sekitar bandara yang dibangun seenaknya  yang akhirnya menjadi bottleneck(hambatan). Selain itu juga akan ada review tentang rencana induk bandara.” Dan menanggapi masalah bank yang mau membantu, Bupati berjanji untuk mencari bank yang bisa diajak bekerjasama. Pihaknya masih akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait.

Pengelola  BIFA menambahkan bahwa selama ini antara BIFA dan Pemkab Banyuwangi sudah ada sinergi. Namun, BIFA yang tadinya hanya sewa menyewa bandara, karena adanya pengembangan dari SKY AVIATION terkait pengoperasian pesawat baru, bandaranya menjadi crowded(sesak). Dengan 25 siswa yang belajar disana dan 5 pesawat yang dimiliki maka kondisi seperti itu perlu perhatian serius supaya membuat siswa merasa nyaman .

Dalam pertemuan yang berlangsung singkat di kantor Pemerintahan Banyuwangi tersebut, Andy H. Suryaka yang sehari-hari berkompeten mengawal bandara menjelaskan bahwa pengajuan instrumen-instrumen di bandara oleh BIFA diijinkan dan didukung sepenuhnya oleh pihak bandara. Contohnya di Cirebon, meski tidak ada penerbangan atau bandara komersial, tapi ada 4 flight school yang berdiri. “Setelah ini akan ada MoU, sehingga setelahnya bisa dimaksimalkan rencana pembuatan hanggar dan instrument-instrumen lainnya. “tambah Andy.

Pertemuan antara Bupati dan BIFA tersebut dilanjutkan di Bandara Blimbingsari. Kemudian Bupati  menumpang pesawat BIFA  menuju ke Jakarta,untuk menghadiri MUSRENNAS, seraya melanjutkan perbincangan bersama pengelola BIFA.(HUMAS)