Bupati Katingan Boyong Para Kepala Dinas Belajar Tata Kelola Pemerintahan di Banyuwangi

BANYUWANGI – Bupati Katingan, Kalimantan Tengah memboyong 20 asisten dan kepala dinasnya ke Banyuwangi untuk belajar tentang tata kelola pemerintahan dan inovasi pelayanan publik yang dibuat Banyuwangi, Selasa (2/7/2019). Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi menyempatkan diri untuk bisa menemui secara  langsung di Kantor Pemkab Banyuwangi.

“Kami kesini ingin belajar terkait tata kelola pemerintahan, berbagai inovasi pelayanan publik yang dibuat Banyuwangi, termasuk bagaimana Banyuwangi mengembangkan pariwisatanya,” kata Bupati Katingan, Zakarias.

Karena itu, tuturnya, dibawanya para kepala dinasnya agar memiliki pemahaman yang sama. “Kalau kami sejalan dan punya pemahaman yang sama tentang bagaimana Banyuwangi berproses hingga seperti saat ini, tentu akan lebih mudah bagi kami untuk memulai perbaikan di tempat kami,” tutur Zakarias.

Zakarias mengaku pihaknya sangat tertarik khususnya soal inovasi pelayanan publik yang digagas Banyuwangi. “Banyuwangi ini punya mal pelayanan publik yang melayani 199 item. Sebelumnya, kami juga ditunjukkan tentang deretan komputer layar sentuh di lounge pemkab yang menyediakan berbagai data tentang Banyuwangi. Ini membuat kami ingin mengadopsi hal tersebut di Banyuwangi. Datanya lengkap sekali dan up to date. Ini tentu saja sangat membantu jalannya pemerintahan, sebab seperti kita tahu, Banyuwangi sangat luas dan kalau mengunjungi desa terjauhnya bisa memakan waktu lama,” tandas Zakarias.

Zakarias menyebutkan, kendala di tempatnya adalah belum terkoneksinya jaringan internet secara merata seperti di Banyuwangi. “Kalau di Banyuwangi semua dinas dan desa sudah terkoneksi dengan jaringan internet dan fiber optic. Sehingga informasi berjalan dengan cepat dan semuanya paperless. Ini jauh berbeda dengan di tempat kami,” imbuh Zakarias.

“Kami merasa bersyukur bisa datang ke Banyuwangi untuk menimba ilmu. Sebab memang kami pilih Banyuwangi karena melihat Banyuwangi yang pemerintahnya sangat terbuka dan mau berbagi dengan pihak lain. Apalagi potensi wilayah kami  mirip dengan Banyuwangi. Ada hutan lindung dan taman nasional,” ujarnya.

Kabupaten Katingan, Provinsi Kalteng ini merupakan  pecahan dari Kabupaten Waringin Timur. Jumlah penduduknya 167 ribu jiwa. Luasannya 20 ribu kilometer persegi yang terbagi atas 13 kecamatan,  154 desa dan 7 kelurahan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik kedatangan Bupati Katingan. Anas pun menceritakan bagaimana Banyuwangi berproses. “Awalnya tak mudah bagi kami untuk membangun sistem yang terintegrasi dengan TI. Uji coba pelaporan anggaran, pengadaan, hingga  aset mulanya kami buat per tri wulan. Namun secara bertahap, kami mengubahnya menjadi per bulan. Perlahan-lahan semua SKPD akhirnya bisa menyesuaikan diri,” urai Anas.

Untuk desa, Anas menyebutkan bahwa 189 desa yang dimiliki Banyuwangi telah terkoneksi dengan fiber optic. “Kami pun punya program smart kampung, yakni program pengembangan desa terintegrasi yang memadukan antara penggunaan TIK berbasis serat optik, peningkatan kualitas pelayanan publik, kegiatan ekonomi produktif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan,” kata Anas. 

Syarat Smart Kampung, tambah Anas,  adalah ketersediaan TIK sebagai tulang-punggung percepatan pelayanan publik di tingkat desa, sehingga kita butuh fiber optic sampai ke desa-desa. Dengan Smart Kampung, urusan bisa diselesaikan di tingkat desa. Tentu butuh jaringan TIK yang kuat.

 “Percepatan pemasangan infrastruktur teknologi informasi ini, juga menjadi salah satu  cara kami meningkatkan daya saing daerah, selain membangun infrastruktur jalan, jembatan, dan bandar udara,” pungkasnya. (*)