BUPATI MEMBUKA JAMBORE PEREMPUAN

Banyuwangi – Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, MSi dalam pembukaan Jambore Perempuan memberikan apresiasi yang besar kepada para perempuan yang hadir dari seluruh element. Seperti misalnya kapolsek kota sebagai komandan upacara , wanita birokrasi, wanita wakil rakyat, wanita pondok pesantren serta paguyuban sumberwangi dan GLU campursari dsb. ” Saya berharap kemajuan para perempuan terus bisa di kembangkan untuk pembangunan  Banyuwangi yang lebih baik. Karena peran serta ibu dalam pendidikan moral anak sangat penting . apalagi problem kenakalan remaja dan angka HIV /AIDS di Banyuwangi mengalami peningkatan” ujar Bupati Anas. Ia menambahkan lagi , Pemkab Banyuwangi secara bertahap akan memberikan bantuan berupa modal dan lapangan kerja kepada para PSK untuk dipulangkan sedikit demi sedikit dan kedepan tempat – tempat prostitusi semakin di kurangi. Lebih lanjut Pemkab Banyuwangi selalu mendukung peran serta ibu baik di bidang pendidikan, serta usaha ekonomi lemah, bagaimana ke depan bisa di beri kredit tanpa agunan.

Pembukaan Jambore Perempuan dalam rangka memperingati Hari Kartini 21 April 2011 dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Tawang Alun Banyuwangi, Sabtu ( 16/4) 2011. Acara tersebut dihadiri Bupati Banyuwangi beserta istri, Wakil Bupati Banyuwangi beserta istri, Sekretaris Daerah Kab. Banyuwangi beserta istri, anggota pleno BKOW TK.I Propinsi Jawa Timur, organisasi perempuan se-kab. Banyuwangi, wanita seni, wanita pengusaha serta para pejabat pemkab.

Kegiatan tersebut berlangsung mengharukan tatkala para pelajar yang tergabung dalam teater ‘ Anak Bangsa ‘ tampil dalam drama kolosal ‘ Garuda Di Dadaku ‘. Mereka memvisualisasikan berbagai macam proFesi dan pakaian tradisional serta visualisasi Kartini masa dulu. Adapula visualisasi Ibu Fatmawati yang sedang menjahit Bendera Merah Putih. Tak kalah harunya , istri mantan KKO Banyuwangi, Ibu Lilik yang sering mendapat kejuaraan lomba lagu – lagu Nasional juga menyanyikan sebuah lagu ‘ Melati di Tapal Batas ‘ yang menambah suasana semakin hening.

Ibu Hj. Chasiastuti Suherman selaku ketua panitia menyampaikan bahwa acara ini di ikuti 150 undangan dari seluruh unsur yang bertujuan mempererat tali persahabatan , persaudaraan, persatuan antar perempuan untuk ikut mempersatukan NKRI. Di harapkan dengan kegiatan yang berlangsung 2 hari yang dilanjutkan di Gedung Pramuka tersebut, perempuan Banyuwangi dapat terus melanjutkan cita – cita Kartini. Adapun bentuk kegiatannya adalah pengobatan Cuma – Cuma , pembinaan mental ( renungan malam ) , sosialisasi tentang revitalisasi program KB serta sosialisasi penanggulan korban kekerasan pada perempuan dan anak dan perdagangan orang.   ( Humas )