Bupati Anas: Selamat Jalan Pak Andang CY “Pecipta Umbul-umbul Blambangan”

 BANYUWANGI – Banyuwangi kehilangan sosok budayawan kondang kharismatik, Andang Chatib Yusuf yang akrab disapa Andang CY. Andang berpulang Kamis malam (11/1), pada usia 84 tahun di RSUD Blambangan, dan dikebumikan Jum’at (12/1).

Andang CY adalah sosok budayawan yang cukup produktif. Andang lahir di Banyuwangi, tepatnya 19 September 1934. Andang mulai dikenal masyarakat Banyuwangi sejak mencuatkan lagu Umbul-umbul Blambangan, sebuah karya Andang yang heroik dan melegenda. Bahkan lagu ini sempat meraih juara dua ajang Asian Choir Games di Jakarta International Expo Indonesia pada Pebruari 2007.  

Sejak itu nama Andang, menjadi buah bibir masyarakat Banyuwangi.Menurut, putri bungsunya Endria Nusabela, Andang CY memulai karier senimannya sejak tahun 1960-an. “Waktu itu bapak suka menciptakan syair-syair lagu-lagu keroncong. Baru sekitar tahun 1970- an mulai syair-syari lagu Using,” ujar Endria.

Hingga kini, syair lagu sing yang diciptakan Andang, lanjut Endria, ada sekitar 200 buah. Diantaranya, “Kali Elo” (1990) dan “Belangkokan” (1991), dan Perawan Sunthi. “Semua lagu-lagu bapak selalu fenomenal. Namun yang paling  menggema lagu Umbul-umbul Blambangan, kata Endria.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang melawat ke rumah duka Jalan Musi, Lingkungan Welaran Kelurahan Penganjuran, menyatakan resa bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Andang. “Kita sebagai warga Banyuwangi sangat kehilangan sosok beliau. Sangat jarang ada budayawan seperti Pak Andang ini, dengan konsisten menjaga budaya Banyuwangi melalui karya-karya ciptaanya,”

Bagi Anas, Andang CY ini adalah senior budayawan yang hebat dan layak untuk diteladani. “Pak Andang ini selain kharismatik, merupakan sosok yang berjasa besar terhadap Banyuwangi. Semasa hidupnya beliau mendekasikan seluruh kemampuannya untuk menghasilkan karya-karya hebat tentang Banyuwangi. Salah satunya lagu “Umbul-umbul Banyuwangi” yang melegenda. Selamat jalan Pak Andang, kami akan selalu mengenangmu,” kata Bupati Anas.

Andang menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapatkan perawatan medis selama 10 hari di RSID Blambangan. Menurut diaognasa dokter yang merawat budayawan ini, Andang menderita penyakit komplikasi, diantaranya gagal ginjal stage 2, anemia, diare dan sesak nafas. “Sejak masuk di RSUD Blambanganm 2 Januari 2018, beliau mendapatkan perawatan yang cukup intensif sesuai diaognasanya penyakitnya. Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, kami sempat melihat kondisinya membaik. Namun sudah kehendak yang di Atas beliau harus berpulang,” kata Direktur RSUD Blambangan dr Taufik Hidayat. (*)