Bupati Anas Hadiri Reuni Akbar Disabilitas se-Banyuwangi

Banyuwangi – Masih dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional para disabilitas di Banyuwangi menggelar Reuni Akbar Disabilitas di Banyuwangi, Minggu (8/12/2019). Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tampak hadir dalam kegiatan ini. Didampingi Ny. Dhani Azwar Anas dan Plt Kepala Dinas Sosial, Peni Handayani.

Acara yang diinisiasi oleh Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (Piveri) Kabupaten Banyuwangi tersebut, diikuti 100 penyandang disabilitas lintas usia se-Banyuwangi.

Mereka berkumpul dalam suasana kekeluargaan yang akrab. Sambil duduk lesehan, para difabel ini terlihat sangat nyaman dan menikmati seluruh rangkaian acara yang disuguhkan. Mulai dari pertunjukan musik, monolog, puisi,  hingga tausiyah yang seluruhnya ditampilkan oleh para difabel sendiri.

Di lokasi kegiatan, juga ditampilkan beragam karya kreatif para difabel. Seperti lukisan dan batik. Bahkan, para peserta dan pengunjung juga bisa langsung memesan lukisan wajahnya kepada seorang pelukis difabel yang telah stand by di areal kegiatan.  

Ketua Piveri Banyuwangi, Hasiastoeti, mengatakan kegiatan reuni akbar difabel ini diharapkan bisa menjadi ajang silaturahmi para penyandang disabilitas di Banyuwangi. Para difabel dari berbagai usia diajak berkumpul agar mereka saling mengenal dan memupuk tali persaudaraan.

“Misinya satu, mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Lewat ajang ini kami ingin mengajak para difabel dan seluruh masyarakat Banyuwangi dari berbagai kalangan usia untuk tetap bersatu mempertahankan NKRI,” tegas Hasiastoeti, yang akrab disapa Ny. Soeherman ini.

Selain untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional, imbuh Ny. Soeherman, acara ini juga dalam rangka merayakan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) yang ke 248 yang jatuh pada 18 Desember 2019 mendatang. “Acara ini juga kami rangkai dengan Maulid Nabi Muhammad S.A.W,” ujarnya.  

Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari para penyandang disabilitas. Diantaranya, Lukman Hakim, seorang pelukis yang merupakan penyandang tuna daksa. Baginya, kegiatan semacam ini bisa memberikan kesempatan bagi difabel seperti dirinya untuk unjuk potensi. Lukman yang tidak memili tangan yang sempurna, mampu membuat berbagai lukisan indah beraliran realis menggunakan kakinya.

“Bisa melukis disaksikan banyak orang seperti ini sungguh menyenangkan. Saya bisa menunjukkan kepada banyak orang bahwa kekurangan fisik tidak mengurangi semangat saya untuk berkarya. Bagi saya, orang difabel bukanlah orang yang memiliki kekurangan fisik. Namun difabel yang sesungguhnya adalah orang yang tidak mau ‘berbuat’ meskipun dia memiliki fisik yang sempurna,” kata Lukman.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi kegiatan ini. “Ini kegiatan yang sangat baik. Semoga kegiatan ini bisa membawa manfaat yang besar bagi kita semua,” kata Anas.

Anas pun menyamangati para difabel yang hadir untuk terus menggali potensi diri. “Difabel adalah orang yang sama istimewanya dengan yang lain. Difabel juga bisa perprestasi dengan segala kelebihan yang dimiliki. Mari terus bergandengan tangan membangun Banyuwangi, karena difabel juga punya andil yang luar biasa untuk membangun Banyuwangi,” ujarnya.

Anas juga menegaskan, pemda akan tetus mendukung dan mengawal kesejahteraan para penyandang disabilitas di Banyuwangi. Salah satunya, dengan menggelar pelatihan usaha.

“Tidak semua keinginan disabilitas bisa kami penuhi, karena anggaran kita terbatas. Namun kita akan tetap mendukung pengembangan keterampilan sebagai modal anda membuka usaha. Tahun ini, kami tawarkan tiga pelatihan. Tinggal anda sekalian yang menentukan, kira-kira pelatihan apa yang paling diperlukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Banyuwangi telah menggelar Festival Kita Bisa bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, pada 3 Desember lalu. (*)