Bupati Anas Berikan Apresiasi Yang Tinggi Kepada Dharma Wanita Persatuan

BANYUWANGI - Puncak Hari Ulang Tahun (HUT)-nya yang ke-17 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banyuwangi dirayakan dengan meriah. Digelar di Gedung Wanita Paramitha Kencana, Selasa (20/12) dengan menghadirkan seluruh anggota DWP se Kabupaten Banyuwangi. Anggota DWP adalah istri para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau yang dulu biasa dikenal PNS.

Turut hadir dalam acara ini Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas beserta Ny Dhani Azwar Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widiyatmoko dengan Ny Minuk Widiyatmoko. Serta Ibu Danlanal, Ibu Dandim 0825.

Dalam kesempatan ini Bupati Anas, memberikan apresiasi yang tinggi kepada para isteri ASN ini. Bahkan kata Bupati Anas, dharma wanita adalah kegiatan yang penting untuk mendorong ibu-ibu menjadi positif. “Peran ibu-ibu sekarang ini sangat penting. Tidak hanya perannya yang aktif di organisasi tetapi kontribusi dan dukungannya terhadap karir suami bisa menjadikan Banyuwangi bisa seperti sekarang ini,” ujar Bupati Anas.

Bupati Anas pun juga menunjukkan rapor para PNS yang berhasil mengangkat Banywuangi. PNS saat ini dituntut memberikan inovasi pelayanan yang terbaik dan maksimal kepada masyarakat. Kita punya program smart kampung, e-village budgeting dan e-monitoring.  Padahal kata Bupati PNS di Banyuwangi tiap tahun yang pensiun ada sekitar 450 orang. Sementara pemerintah pusat tidak menerima penambahan PNS baru. “Jalan satu-satunya untuk melakukan percepatan pelayanan adalah dengan memanfaatkan IT dan kecanggihan tekonologi.  “Itulah yang kami lakukan, makanya mindset-nya PNS harus dirubah. Sekarang semua camat dan SKPD harus selalu online agar bisa memberikan pelayanan cepat,” kata Bupati Anas.

Selain itu, Bupati Anas juga mengajak ibu-ibu DWP bisa menumbuhkan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan pekarangan di lingkungan rumah ataupun kantor untuk dibuat kolam ikan. Dengan budidaya ikan pekarangan ini hasilnya sudah bisa dilihat dalam waktu 13 bulan. “Contohnya di kantor kecamatan Genteng,”ujarnya.

Peringatan HUT DWP ke – 17 kali ini sedikit berbeda dengan tahun lalu, lebih variatif dan kreatif. Dalam memperingati HUT-nya panitia sebelumnya mengelar lomba yang mengedukasi dan merangsang kreativitas ibu-ibu. Diantaranya, lomba medesain stiker/kemasan produk makanan dan minuman khas Banyuwangi dan lomba membuat iklan promosi produk makanan dan minuman lewat radio. Sebagai puncaknya digelar tasyakuran dan pembagian hadiah bagi pemenang dan door proze kepada para anggota.

Dari lomba ini, didapatkan Juara I lomba mendesain kemasan dan minuman adalah DWP Sekretariat Daerah, Juara II, DWP Dinas Koperasi dan UMKM dan Juara III DWP kantor PDAM. Sementara juara membuat iklan promosi produk makanan dan minuman lewat radio diraih DWP Kecamatan Gambiran, Juara II, DWP Kantor BPM-PD dan Juara III, DWP Sekretariat DPRD Kabupaten Banyuwangi.

Untuk memeriahkan acara, sebelum pemotongan tumpeng juara lomba membuat Iklan Promosi Minuman lewat radio, yakni DWP Kecamatan Gambiran didaulat tampil dipanggung. Mereka pun tampil memukau layaknya penyiar radio dadakan yang sedang mempromosikan produknya. Melihat tampilan juara ini, seluruh anggota DWP langsung memberikan aplaus tak terkecuali Bupati Anas.

Wakil Ketua DWP Kabupaten Banyuwango, Ny Tuti Hari Cahyo,menambahkan karya ibu-ibu pemenang akan ditawarkan kepada para pengrajin atau pengusaha kecil dan menengah untuk mempackaging produk makanan atau minuman khas Banyuwangi. Misalnya, rengginan, minuman temu lawak, kunyit asem dan yang lainnya.

“Kami juga akan dorong mereka untuk mengembangkan usaha baru dan kami akan bantu difasilitasi bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) untuk memasarkan produknya,” ujarnya.  

Selain itu Ny Tuti juga sempat membacakan sambutan Ketua DWP Pusat salah satunya yang menyebutkan posisinya DWP adalah sebagai mitra kerja pemerintah.“Sesuai dengan tema HUT DWP Penguatan Kualitas Istri ASN Menuju Ketahanan Keluarga, maka ke depannya DWP harus melangkah ke depan dengan kekuatan penuh, karena masih banyak masalah secara nasional yang perlu diselesaikan. Kaum perempuan hendaknya selalu kritis dalam melihat isu-isu yang sedang berkembang dalam masyarakat, serta memberikan kontribusi penuh dalam penyelesaian permasalahan bangsa secara antisipatif,” katanya. (Humas)