Bupati Anas : Jadikan Poliwangi sebagai Ikon Banyuwangi


“Ke depan saya berharap Poliwangi akan menjadi icon Banyuwangi dalam menyiapkan  tenaga-tenaga yang kompeten dan profesional dalam bidang ilmu dan teknologi untuk pembangunan Banyuwangi.  Setiap perguruan tinggi perlu bersinergi dengan perguruan tinggi yang lain untuk maju dan berkembang  secara bersama-sama. Antara satu perguruan tinggi dengan yang lain bukan merupakan kompetitor, karena masing-masing mempunyai keahlian  dan spesifikasi tersendiri, dalam bahasa lain masing-masing  mempunyai “konstituen”  sendiri-sendiri." Demikian dikatakan oleh  Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, M.Si, pada acara pembukaan Rapat Kerja Politeknik Banyuwangi (Poliwangi) ke 2 tahun 2011, di Kampus Poliwangi Kabat Banyuwangi,   Sabtu (14/5).

Menurut Bupati Anas,  untuk menjadi icon pendidikan di Banyuwangi, sarana dan prasarana yang dimiliki Poliwangi sudah sangat mendukung, apalagi letak Poliwangi yang berdekatan   dengan Bandara Rogojampi akan memudahkan akses tenaga pengajar yang didatangkan ke Poliwangi. “Saya minta acara-acara Kabupaten yang mengundang tamu-tamu dari luar daerah, ditempatkan saja di Poliwangi tidak usah di Pendopo, biar Poliwangi lebih dikenal,” pinta Bupati Anas yang disambut applause oleh seluruh civitas akademika Poliwangi.

Pada kesempatan tersebut lebih lanjut Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi saat ini telah menjalin kerja sama dengan Kementrian Pendidikan Nasional dan 15 PTN di Jawa untuk program Bidik Misi. Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para pelajar dan mahasiswa asal Banyuwangi, yang pandai dan  cerdas namun berasal dari keluarga yang kurang mampu, dengan memberi  beasiswa untuk biaya pendidikan dan biaya hidup di kota tempat dia kuliah.”Kedepan tidak ada alasan bagi anak-anak yang cerdas dan berprestasi untuk tidak kuliah,” tandas Bupati Anas di hadapan mahasiswa Poliwangi dan kepala sekolah SLTA se Kabupaten Banyuwangi yang hadir pada acara tersebut.

Sementara itu Direktur Poliwangi, Fajar Swasana SH, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pendirian Politeknik Banyuwangi di dukung oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui program hibah pendirian Politeknk Baru Batch II Tahun anggaran 2008 - 2010 dengan komposisi anggaran 70 persen dari Pemerintah Pusat dan 30 persen dari Pemerintah Daerah. “Tahun 2011 ini,  Poliwangi mendapatkan bantuan dana sebesar Rp. 5 milyar dari APBN dan Rp. 2.35 milyar dari APBD Kabupaten Banyuwangi. Dana dari APBN,  akan digunakan untuk menambah koleksi buku-buku perpustakaan, peralatan laboratorium dan pengembangan SDM tenaga pengajar,  sedangkan dana dari APBD akan digunakan untuk membiayai manajemen program dan operasional rutin,” jelas Fajar.

Untuk mengembangkan Poliwangi sebagai perguruan tinggi yang mampu menyiapkan tenaga yang  kompeten dn profesional, menurut Fajar Swasana,  saat ini poliwangi telah menggandeng tenaga ahli dari Politeknik Perkapalan Surabaya dan Politeknik Negeri Jember  sebagai tim asistensi bidang akreditasi, penyusunan kurikulum dan manajemen Poltek. “Bulan Juli 2011 ini, Poliwangi akan mengadakan akreditasi pertama dengan target nilai minimal baik,” jelas Fajar.    Selain dengan 2 Poltek ternama tersebut,  Poliwangi juga telah menjalin kerjasama dengan dunia industri, diantaranya dengan galangan kapal Lundin Banyuwangi sebagai tempat praktek dan penyaluran lulusan Poliwangi. Ditambahkan Fajar, saat ini Poliwangi mempunyai 3 program studi yaitu Teknik Informatika, Teknik Mesin dan Teknik Sipil, dengan jumlah mahasiswa 250 orang.

Sementara itu ditemui ditempat acara, Koordinator Bidang Akademik Satuan Pelaksana Pendirian Poliwangi,  Panuri, S.Pd. MM, mengatakan,  Poliwangi berkeinginan untuk mengadakan Rembug Nasional yang akan menghadirkan Dirjen Dikti Kementrian Nasional,  14 Bupati/Walikota se Indonesia yang mendapatkan hibah pendirian Politeknik Baru program Batch I tahun 2007 dan program Batch II tahun 2008, serta 14 Direktur Poltek dari 14 daerah tersebut. “Rembug Nasional ini bertujuan  menyatukan komitmen untuk menjadikan 14 Poltek ini sebagai Politeknik Negeri, untuk itu kami mohon Bapak Bupati bisa memfasilitasi keinginan kami, agar Politeknik Negeri bisa segera terwujud di Banyuwangi,” harap Panuri. ( Humas)