Bupati Anas Ajak agar Sekolah Saling Kolaborasi

BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengajak agar sekolah saling berkolaborasi  dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran. Tak hanya dengan sesama sekolah, tapi juga dengan yayasan dan pondok pesantren.

Hal itu disampaikan Bupati Anas saat menggelar video conference di Banyuwangi dalam sebuah webinar workshop penjaminan mutu bagi kalangan pendidik dan dunia usaha yang digelar beberapa waktu lalu.

"Sekolah perlu saling berkolaborasi jika ingin maju. Saat ini eranya berjejaring agar kita bisa saling kreatif. Tidak hanya sesama sekolah, namun juga institusi pendidikan lainnya seperti ponpes," kata Anas.

Workshop yang membahas tentang blueprint atau kerangka kerja terperinci sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan dalam mendidik para siswa tersebut diikuti berbagai elemen. Mulai dari para pelaku dunia usaha dan industri di wilayah selatan Banyuwangi, dewan pengasuh pesantren hingga para guru SMK 2 Mabadi'ul Ihsan. Workshop ini berlangsung selama 6 hari, mulai Senin - Sabtu (15 -20/6/2020).

"Digelarnya workshop ini juga bagus. Ini menunjukkan kolaborasi yang baik dengan berbagai sektor. Kami senang dengan inisiatif ini," ujarnya.

Anas lalu mencontohkan kegiatan ekstra kurikuler yang bisa dikolaborasikan antar sekolah dan ponpes. Misalnya ada sekolah yang ingin membuka ekskul berkuda dan memanah, namun terkendala lapangan.

"Nah, ponpes yang lahannya luas bisa meminjamkan halamannya untuk dipakai area berkuda. Atau mungkin ponpes yang handal dalam penguasaan bahasa Arab atau kesenian, bisa saling membagikan ilmunya ke sekolah lain," kata Anas.

Di samping itu, ujarnya, tetap perlu untuk terus menggali dan mengeksplor kelebihan yang dimiliki sekolah. 

"Ini jadi moment penting bagi pesantren, yayasan dan sekolah. Harapan saya keterbukaan bisa terjalin antara kedua belah pihak, baik dari sekolah ke yayasan maupun sebaliknya. Sehingga ini akan menghasilkan kebaikan bagi keduanya," pesan Anas.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SMK 2 Mabadi'ul Ihsan, Umar Said menyatakan kesiapannya untuk membangun sinergi dengan yayasan, pesantren dan sekolah lainnya.

"Kami siap membangun sinergi dengan yayasan, ponpes, sekolah dan berbagai pihak lainnya. Workshop ini endingnya, akan membuat blueprint sekolah dalam mendidik anak-anak 5 tahun ke depan.  Kami akan tumbuhkan santri yang punya jiwa kompetensi dan entrepreneur yang unggul. Semoga ini bisa jadi pilot project SMK yang berbasis pesantren," jelas Umar. (*)