“Berharap Cinta Allah? Perbanyaklah Sholawat”

Banyuwangi – Pengajian dan Sholawat bersama yang digelar  pada Rabu siang (20/4) di Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Parijatah Kulon, Srono, Banyuwangi berlangsung khidmat dan khusuk. Masih dalam rangkaian silaturrahim antara ulama dan umaro’, acara tersebutpun dihadiri oleh para ulama dan jajaran Pemerintah Kabupaten   Banyuwangi, yaitu Bupati Banyuwangi H.Abdullah Azwar Anas MSi, didampingi oleh  Wakil Bupati Yusuf Widiatmoko,Sekda Kabupaten Banyuwangi,  Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, Kabag Kesmas dan Kabag Humas Pemkab Banyuwangi, Kabag Bina Marga dan Satpol PP.

Para hadirin yang jumlahnya ratusan orang memadati tempat tersebut untuk ambil bagian dalam doa bersama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ketika Bupati Anas menyampaikan sekapur sirih yang sekaligus membuka  acara tersebut, ditegaskan kembali bahwasanya Pemkab Banyuwangi dan para ulama ingin ke depannya bisa selalu menjalin tali silaturrahim. “ Untuk itu tiap 3 bulan sekali akan diadakan pertemuan rutin,” ujar Bupati Anas.  Bupati juga menjelaskan kepada masyarakat yang menghadiri acara tersebut agar tidak segan memanfaatkan program pemerintah untuk rakyat yang ada saat ini misalnya melalui KUR dan Resi Gudang. Bupati berharap pendapatan petani ke depannya semakin meningkat dan kehidupannya semakin sejahtera.

KH. Kholil As’ad Syamsul Arifin yang memimpin acara pengajian dan sholawat bersama sebelum memulai sholawatnya berharap  supaya pengajian ini bisa  mengokohkan  hidayah dan taufik Allah SWT, akan semakin mengokohkan sambungan dengan Nabi Muhammad SAW. “Barangsiapa ingin memperoleh mahabbah/cinta dari Allah, kita diperintah untuk mengikuti Nabi Muhammad SAW. Adapun untuk kesalahan yang kita buat, kita dianjurkan untuk bertaubat dan beristighfar kepada Allah. Sholawat dibaca atas anjuran Allah guna memelihara hubungan dengan Allah dan Nabinya,”lanjutnya.

“Orang kafir atau munafik ada yang suka bersedekah atau menolong orang. Orang iman yang mu’min juga banyak yang suka bersedekah dan menolong orang. Keduanya sama baiknya. Tapi orang iman yang mukmin kebaikannya tergolong kedalam golongan Muhammad SAW, sedangkan orang kafir tidak. Mereka tidak punya nilai di sisi Allah walaupun dalam pandangan manusia mereka dinilai sebagai orang yang baik. Contohnya Nabi Sulaiman adalah raja yang kaya dan punya kekuasaan. Demikian juga Fir’aun adalah raja yang kaya dan punya kekuasaan. Namun  Sulaiman dipuji oleh Allah sedangkan Fir’aun dicela oleh Allah. Semoga kita selalu dibawah bimbingan Allah sehinggga apa yang kita lakukan senantiasa diridhoi Allah,” urai KH. Kholil dalam ceramahnya. Setelah itu beliau melanjutkan dengan pembacaan sholawat yang diikuti oleh seluruh hadirin hingga akhir acara.(Humas)