Berdayakan Masyarakat Pesisir, Pemkab Gelar Pelatihan Bikin Ikan Bakar

BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus berupaya memberdayakan masyarakat yang tinggal di pesisir Banyuwangi. Salah satunya dengan menggelar pelatihan membakar ikan secara baik dan higienis.

Seperti yang terlihat di Pantai Cemara, Selasa (5/12). Sebanyak 120 istri nelayan terlihat sibuk membakar ikan sesuai dengan metode yang diinstruksikan para pelaku kuliner yang mengajarkan pengolahan ikan bakar.

"Pelatihan ini kami gelar dalam rangka mendorong masyarakat pesisir dalam gema pamili atau Gerakan Masyarakat Pangan Mina Lestari menuju ekowisata," kata Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo. 

Peran istri nelayan, imbuh Hary, terus dioptimalkan. "Mereka ini yang akan mendukung terciptanya gerakan makan ikan (gemarikan) dengan konsep ekowisata," terang Hary.

Sebagai pengelola ekonomi di rumah tangganya, para istri nelayan ini diajarkan bagaimana membuat diversifikasi usaha. Tak hanya menjual ikan dalam bentuk mentah, tapi diedukasi bagaimana ikan lokal di branding secara higienis. " Ibu-ibu ini tadi mengaku semangat dan senang bisa ikut kegiatan ini. Mereka ini kebanyakan sudah berprofesi sebagai pedagang makanan di areal pantai, termasuk ikan bakar. Hanya saja, ikan bakar yang mereka jual, hanya dibakar  saja dengan bumbu biasa,  tanpa ada varian menu yang bisa bikin cita rasa ikan jadi lebih lezat dan bernilai jual tinggi," tutur Hary.

Tak hanya dilatih sekedar membakar saja, tapi mereka  juga diajari bagaimana menjadikan ikan bakarnya berkualitas. Mulai dari cara membersihkannya, membakar, membumbui dan menyajikan ikan bakarnya ala restoran.

Pelatihan pengolahan ikan bakar ini digelar selama dua hari berturut-turut, sejak Senin kemarin (4/12). Di hari pertama, pelatihan digelar di Grand Watu Dodol Banyuwangi. Pesertanya juga sebanyak 120 orang dan merupakan istri nelayan di wilayah pesisir sebelah utara, yakni Kecamatan Wongsorejo dan Kalipuro. Di dua kecamatan tersebut terdapat Pantai Cacalan, Waru Doyong-Bulusan, dan Bangsring.

Sementara hari ini, pelatihan yang digelar di Pantai Cemara diperuntukkan bagi istri nelayan yang berada di wilayah Pantai Badean, Cemara hingga Pantai Pakis-Kabat.

Rabu besok(6/12), tambah Hary, akan digelar pelatihan pula bagi ibu-ibu PKK dan kelompok budi daya ikan (Pokdakan) terkait pengolahan ikan air tawar. " Besok mereka akan kami ajak untuk belajar mengolah lele dan ikan jenis lainnya sebagai ikan crispy, abon, kerupuk, dan masih banyak lagi," kata Hary yang mengaku pihaknya akan terus memantau para peserta pasca pelatihan. "Pelatihan ini menggunakan sistem ATM. Yaitu Amati, Tiru dan Modifikasi. Dengan begitu, mereka diharapkan bisa menjadi daya dukung yang kuat bagi ekowisata kita," pungkas Hary. (*)