Bengkel Sakinah, Program PKK Banyuwangi Tangani Masalah Kewanitaan

BANYUWANGI – PKK Kabupaten Banyuwangi memiliki inovasi baru dalam mengatasi problem perempuan. Namanya Bengkel Sakinah, sebuah forum konsultasi bagi para ibu-ibu yang digelar di Posyandu.  

Bengkel Sakinah, dibentuk PKK Kabupaten Banyuwangi pada awal Januari 2017 lalu. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ny Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan, bengkel ini dibentuk sebagai upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan di kabupaten, utamanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Masih sering kita dengar masalah KDRT di sekeliling kita. Forum ini dibentuk untuk membantu mereka mendapatkan solusinya. Bukan hanya KDRT, bila timbul masalah  ekonomi, masalah anak dan lainnya bisa dishare lewat forum ini,” ujar Dani, panggilan akrabnya saat peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBRGM) ke - XIV Tahun 2017, yang digelar di Lapangan Kalipuro, Banyuwangi, Kamis (18/5).

Saat ini sudah ada 25 bengkel sakinah, yang ditempatkan di posyandu di 25 kecamatan. Artinya, tiap satu kecamatan untuk sementara masih ada 1 posyandu yang membuka bengkel sakinah. “Ke depan, akan kita tingkatkan jumlah posyandu yang membuka klinik konsultasi ini,” ujar Dani.  

Forum ini digelar tiap bulan bersamaan dengan kegiatan Posyandu. Masyarakat yang punya keluhan bisa langsung datang ke posyandu, di sana mereka akan berkonsultasi dengan kader PKK yang ditunjuk menangani masalah.

“Kita juga bekerja sama dengan pemkab lewat masing-masing SKPD-nya untuk membantu solusinya. Jadi penanganannya terintegrasi. Misal ada masalah pembiayaan kesehatan, akan kita sambungkan dengan Dinas Kesehatan atau kelurahan setempat. Atau kalau ada masalah yang membutuhkan psikiater atau media lain, tim dari PKK akan mendampingi sampai tuntas,” jelas Dani.

Sejak dibuka, bengkel sakinah ini telah menerima 50 kasus pengaduan, delapan kasus di antaranya sedang ditangani. “Rata-rata yang diadukan dalam bengkel sakinah ini, seputar KDRT dan pola pengasuhan anak,” ujarnya.

Atas apa yang dilakukan kader PKK tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan apresiasi yang tinggi yang membantu pemkab memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau bengkel sakinah ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, hasilnya pasti luar biasa. Kader PKK ini kan terlibat langsung dengan masyarakat, otomatis mereka akan dapat dengan mudah menemukan permasalahan di bawah. Dengan mereka mau curhat saja, ini sudah membuka jalan keluar bagi mereka. Tinggal kita integrasikan dengan program pemkab,“ ujar Anas.

Menurut Anas inovasi ini mendukung berbagai program pemkab untuk menangani sejumlah masalah sosial dalam masyarakat, seperti Banyuwangi Children Center (BCC). “Bila semua masalah sosial ini dikeroyok bareng-bareng penangannya, kami yakin kemiskinan dan masalah sosial bisa ditekan seoptimal mungkin,” pungkas Anas. (*)