Hari H Pergelaran BEC , Ribuan Masyarakat Tumplek Blek di Jalan

BANYUWANGI – Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) mampu menyedot perhatian luar biasa masyarakat Bumi Blambangan. Ribuan kendaraan dari segala penjuru kecamatan berangsur-angsur masuk ke Banyuwangi sejak pagi,tepat berlangsungnya pawai (22/10). Mereka ingin menyaksikan karnaval etnik yang baru perdana digelar di Bumi Blambangan ini. Tak pelak, antrean kendaraan roda dua dan empat mengular di mana-mana. Antrean paling parah terjadi di pintu masuk utama dari arah selatan. Seperti yang terjadi di jalur utama Rogojampi. Ruas jalan nasional yang menjadi penghubung Banyuwangi dari arah selatan macet total.

Bahkan, pengguna kendaraan harus sabar menginjak rem hingga dua jam  menuju Banyuwangi. Kemacetan kendaraan terjadi mulai di pertigaan Lincing, Desa Lugonto, Kecamatan Rogojampi. Kendaraan yang datang Kecamatan Srono  bertemu kendaraan dari arah Kecamatan Singojuruh. Dua gelombang besar kendaraan masuk dan menumpuk di pertigaan tersebut. Melonjaknya jumlah mobil dan motor membuat kendaraan harus berjalan lambat. Bila kondisi normal perjalanan Rogojampi – Banyuwangi  sejauh 15 kilometer itu, bisa ditempuh 15 – 30 menit. Tetapi gara-gara antusias warga ingin menyaksikan BEC, perjalanan harus ditempuh dua jam lebih menuju Banyuwangi “Kaki sampai semutan, gara-gara injak rem dan kopling,” ujar Mohammad Banu, warga dari Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng.

Sementara yang terjadi di dalam kota, kemacetan juga terjadi baik di jalan-jalan utama  maupun di gang-gang kelinci. Menariknya lagi, nyaris lahan-lahan kosong di gang-gang kecil dekat jalan yang akan dilalui karnaval menjadi tempat parkir dadakan kendaraan.

Padahal, BEC baru dimulai pukul 12.30 WIB, jalanan sudah macet total. Bahkan, tak jarang ada penonton yang putus asa akhirnya pulang balik tidak jadi menonton lantaran sudah pusing melihat kendaraan yang mengular dimana-mana. Dari hasil pantauan Humas Protokol, sejak BEC diberangkatkan dari start di Taman Blambangan, kendaraan yang dari arah pintu masuk Banyuwangi baik dari arah utara, selatan dan barat dialihkan ke jalan-jalan yang tidak dilalui peserta karnaval. Lagi-lagi jalanan macet total. Seperti yang terlihat di Jalan Kolonel Sugiono hingga Kertosari, nyaris kendaraan tidak bisa bergerak. Untuk perjalanan menuju kantor pemda dari Taman Blambangan bisa mencapai waktu nyaris dua jam, karena macet dan buntu.

Sungguh fenomenal benar warga yang menonton BEC, meski baru pertama even ini digelar namun apresiasi warga luar biasa. Meski diguyur hujan yang cukup membuat baju basah saat berlangsungnya BEC mereka tetap enjoy dan bergeming di tepi jalan untuk menyaksikan para peserta yang melintas dengan kostum etniknya. “Nggak papa kehujanan sekalian biar basah,” komentar Lia, salah seorang penonton yang mengaku datang dari Kecamatan Genteng. (humas dan protokol)