Banyuwangi Sampaikan Nota Penjelasan LPJ Pelaksanaan APBD 2018

BANYUWANGI – Banyuwangi telah menyampaikan nota penjelasan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2018. Dalam laporan tersebut, diketahui belanja dan transfer daerah tahun anggaran 2018 terealisasi sebesar Rp 2,753 triliun atau sebesar 93,91 persen dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 2,932 triliun.

Hal itu disampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam sidang paripurna DPRD Banyuwangi, yang digelar Senin kemarin.  (17/5/2019).   

Dikatakan Anas, belanja tahun anggaran 2018 terealisasi sebesar 93,91 persen dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 2,932 triliun. Ini setara dengan Rp 2,753 triliun. Dengan rincian, belanja operasi Rp 1,945 triliun, belanja modal senilai Rp 480,382 miliar, belanja tidak terduga sebesar Rp 3,753 miliar. 

"Sisa dari pos belanja yang tidak terserap itu merupakan hasil efisiensi. Apalagi sekarang proses pengadaan barang dan jasa baik yang penunjukan langsung dilakukan secara lelang elektronik, sehingga tercipta efisiensi," jelas Anas. 

Untuk pendapatan daerah pada tahun 2018 terealisasi sebesar Rp 2,997 triliun, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 3,112 triliun. Pendapatan daerah di tahun 2018 itu, antara lain berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terealisasi sebesar Rp 450,66 miliar dari  anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 624,174 miliar.

"Secara kinerja dari sisi perolehan pendapatan asli daerah kami nilai positif, karena ada peningkatan jumlah. Dari yang tahun 2017 sebebsar Rp 388,9 miliar, kini 2018 meningkat jadi Rp 450,6 miliar," jelas Anas. 

”Jika dihitung, sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) di tahun anggaran 2018 adalah sebesar Rp 65,77 miliar," ujar Anas.

Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Suyanto Waspo Tondo menambahkan bahwa laporan pertanggungjawaban ini akan menjadi dasar untuk pembahasan APBD Perubahan 2019. 

"Ini jadi dasar bagi kami untuk membahas APBD Perubahan," ujar Yayan, panggilan akrabnya. (*)