Banyuwangi Raih Penghargaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2016 kepada Kabupaten Banyuwangi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yohana Yembise kepada Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP KB) Banyuwangi Pua Jiwa di Jakarta, Rabu (21/12).

APE merupakan penghargaan yang diberikan pemerintah pusat kepada  pemerintah daerah atas prestasi dan kontribusinya dalam melaksanakan pembangunan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.

"Penghargaan  ini diberikan karena Banyuwangi dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap perlindungan perempuan dan anak, pemberdayaan perempuan dan pemenuhan hak-hak anak. Tentu ini terukur karena pemerintah pusat punya standard tertentu dalam melakukan penilaian," ujar Pua.

Pua mengatakan, penghargaan diberikan karena Banyuwangi memiliki kepedulian terhadap perlindungan anak dari kekerasan melalui Banyuwangi Children Center (BCC). Setiap anak dan orang yang melihat atau mengalami kekerasan, bisa langsung melaporkan ke pusat pengaduan yang langsung tersambung dengan para pemangku kepentingan, mulai dari aparat pemerintah, kepolisian, dan jaksa.

“BCC ini cara untuk melindungi anak dari kekerasan dan kejahatan. BCC sampai sekarang menjadi instrumen yang ampuh dalam mengurangi kekerasan pada anak karena penanganannya yang cepat dalam merespons aduan,” tuturnya.

Berdasarkan data Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Banyuwangi, kekerasan anak mengalami penurunan dari 102 kasus pada 2015 menjadi 88 kasus per November 2016.

Sejumlah program lain pro anak dan perempuan yang telah digagas Pemkab Banyuwanyi antara lain percepatan pengurusan akta kelahiran melalui progra Lahir Procot Pulang Bawa Akta, penyediaan wifi di ruang publik yang telah terlindungi dari konten pornografi, pembentukan taman posyandu, progra Anak Tokcer, pemberian makanan bagi balita, pembentukan kelompok pendukung ASI dan motivator gizi, pemberian Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Siswa Asuh Sebaya, dan Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh). 

Di bidang pemberdayaan dan perlindungan perempuan, Pemkab Banyuwangi juga telah menginisiasi sejumlah program. Antara lain program Sakina (Stop Kematian Ibu dan Anak) dan program pelatihan home industry bagi ibu. “Banyak program kami yang melibatkan para ibu sebagai penggeraknya. Seperti program arisan pembangunan jamban, tukang sayur yang kami ajak menjadi pemburu ibu hamil dengan resiko tinggi, dan sebagainya,” jelas Pua. (Humas)