Banyuwangi Perpanjang Kerjasama Layanan Kesehatan Mata yang Didukung Lembaga Donor Australia

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi memperpanjang kerjasama dengan John Fawcett Foundation  (JFF), yayasan kemanusiaan yang bergerak di bidang kesehatan. Lembaga ini bekerja sama dengan pemkab dan Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi secara rutin menggelar operasi katarak, pemberian kacamata, dan pemeriksaan mata gratis untuk masyarakat Banyuwangi.

Dikatakan Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Suyanto Waspo Tondo kerja sama bidang pelayanan kesehatan mata ini telah dilaksanakan sejak 2014. Tercatat sudah 29 ribu lebih warga Banyuwangi yang telah memanfaatkan layanan ini.

“Program ini telah berjalan dengan baik di sini, dan mendapat sambutan yang positif dari warga Banyuwangi. Melihat begitu banyaknya warga yang memanfaatkan layanan ini, kami telah memperpanjang kerja sama dengan yayasan JFF ini,” kata Yayan, panggilan akrabnya, Kamis (19/9/2019).  

Seperti saat ini, JFF tengah menggelar pelayanan dari tanggal 17-21 September 2019. Kegiatan sosial ini meliputi pemberian kacamata dan pemeriksaan mata gratis pada 2.000 pasien. Juga melakukan operasi katarak pada 300 orang.

“Biasanya, mereka melakukan layanan satu tahun sekali. Namun, khusus tahun ini digelar selama dua kali, selain hari ini juga Maret lalu. Jadi lebih banyak warga yang tertangani,” kata Yayan.

Yayasan JFF didanai oleh lembaga donor asal Australia, Reliable Foundation. Pada pelaksanaan kegiatan saat ini, para pendonor yang tergabung dalam Donatur Reliable Foundation (DRF) turut hadir di Banyuwangi untuk melihat langsung pelaksanaannya.

Rombongan ini dipimpin langsung oleh Tim Patel, pimpinan relawan DRF. Tim Patel mengaku datang langsung ke Banyuwangi untuk melihat lebih dekat pelaksanaan layanan kesehatan mata yang dilakukan oleh JFF, PMI, dan tim kesehatan Banyuwangi.

"Tujuan kami kemari adalah ingin membantu menyelamatkan orang-orang yang punya permasalahan dengan indera penglihatannya. Kami ingin memastikan warga mendapatkan penanganan dengan baik," kata Tim Patel. (*)