Atasi Serangan Hama Wereng, Pemkab Lakukan Penyemprotan Masal

BANYUWANGI – Melihat serangan hama wereng yang mulai menyerang padi petani akhir-akhir ini, Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Dispertahutbun) membuat langkah cepat. Salah satunya dengan mengadakan penyemprotan masal di sejumlah wilayah pertanian. Salah satunya di area persawahan Kelompok Tani Cartuna Dusun Setembel, Desa Gambiran Kecamatan Gambiran, Senin (10/10).

Menurut Plt. Dispertanhutbun, Djati Lukito, kondisi serangan hama wereng saat ini sudah bisa dikategorikan kejadian luar biasa (KLB) sehingga perlu menginstruksikan semua petugas lapangan, seperti mantri tani, penyuluh pertanian, dan pengamat hama untuk melakukan gerakan pendampingan kepada kelompok tani dalam membasmi hama wereng. “Termasuk penjagaan tanaman padi juga perlu diperketat agar tidak terserang wereng,” tutur Djati Lukito.

Dengan pendampingan dari petugas pertanian  terhadap para petani ini, lanjut Djati, secara intensif dapat membentuk gerakan deteksi dini (early warning system) dan pengendalian dini terhadap populasi hama wereng. Sehingga perkembangan penyebaran hama dapat ditekan, secara otomatis tidak merugikan petani.

Gerakan massal pengendalian hama wereng yang dilakukan di kelompok tani Cartuna, tersebut merupakan kelanjutan langkah pemkab dalam menekan semakin menggilanya hama wereng. Minggu lalu pemkab telah mengajak komisi II DPRD Banyuwangi untuk bersama – sama turun ke lapangan. Diantaranya, ke area persawahan kelompok tani di daerah Songgon dan Cluring. “Selanjutnya, untuk mengatasi hama wereng di Banyuwangi,  Dinas Pertanian telah mempersiapkan gerakan besar – besaran guna pengendalian wereng di wilayah – wilayah endemis.  Seperti Kabat, Rogojampi, Songgon, dan Singojuruh,”papar Djati.

Untuk pengendalian hama wereng ini, kata dia, pemkab telah menyiapkan dana sekitar  Rp 1 miliar guna membantu para kelompok tani. Dana tersebut  diperuntukkan untuk membeli insektisida (pemusnah wereng) dan alat semprot mesin.  “Untuk pencanangan hama wereng akan dilakukan Bupati Abdullah Azwar Anas Minggu depan, setelah beliau tiba di tanah air,” terang Djati.

Di samping program di atas, Dispertahutbun juga tengah memverifikasi kelompok tani yang rencananya mendapatkan bantuan sarana pengendalian hama melalui program bantuan sosial Rp. 750 ribu. “Kita tidak mungkin berpangku tangan,  kita akan terus memperhatikan dan membantu meningkatkan kesejahteraan para petani seoptimal mungkin, tentunya disesuaikan dengan keuangan daerah,” ujarnya. (humas dan protokol)