Antisipasi Lonjakan Penumpang Lebaran, ASDP Siapkan 30 Armada

BANYUWANGI - Kepadatan penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk (Jembrana, Bali) menuju Pelabuhan Ketapang - BanyuwangI sudah mulai terlihat H-7 Lebaran yang didominasi oleh kendaraan roda dua. Menurut Saharudin, 30 armada kapal untuk angkutan Lebaran terdiri dari 21 jenis kapal roro untuk mengangkut penumpang dan sembilan kapal angkut barang yang dioperasionalkan selama 24 jam. "Satu kapal angkut barang tambahan LCT Gunung Pratama sudah beroperasi sejak Sabtu (20/8) di Pelabuhan Ketapang," kata Manajer Operasional PT Indonesia Ferry ASDP Ketapang, Saharudin Kotto, saat ditemui di kantornya, Selasa (23/8).

Dengan beroperasinya 30 kapal selama Lebaran 2011, lanjut dia, diharapkan dapat mengurai kemacetan dan kepadatan penumpang di Pelabuhan Gilimanuk pada puncak arus mudik yang diprediksi H-2 Lebaran. "Tahun lalu, kami hanya menyiagakan sebanyak 27 kapal dan masih terjadi antrean panjang selama arus mudik dan balik Lebaran 2010. Mudah-mudahan tidak ada kemacetan tahun ini," katanya berharap.

Untuk mengurangi kepadatan kendaraan di pelabuhan, kata dia, pihak ASDP Ketapang telah menyiapkan tiga terminal yakni di Jembatan Timbang, Watu Dodol, dan Terminal Sri Tanjung untuk tempat parkir dan istirahat pemudik. "Kami menyiapkan sebanyak delapan tenda untuk tempat istirahat di sekitar Pelabuhan Ketapang," tuturnya. Ia memprediksi jumlah pemudik naik sekitar 5 persen dibandingkan Lebaran 2010, dengan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 52 ribu orang, kendaraan roda dua sebanyak 13 ribu sepeda motor dan 5 ribu kendaraan roda empat.

Pengamanan di Pelabuhan Ketapang akan dijaga sebanyak 109 anggota Polri, 160 orang petugas keamanan dari ASDP, dan satpam akan ditempatkan lima orang setiap harinya. "Selain itu, satu peleton Brimob Polda Jatim yang sebagian penembak jitu (sniper) juga disiagakan di Pelabuhan Ketapang untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya menambahkan.