Apresiasi Kinerja Mantan Sekda, Bupati Anas Gelar Khusus Acara Purna Tugas

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi menggelar acara Pengantar Purna Tugas bagi mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi Djajat Sudrajat, di Pendopo Sabha Swagata, Jumat (30/8/2019). Bupati Abdullah Azwar Anas mengaku khusus menggelar acara tersebut sebagai apresiasi atas kinerja Djajat selama ini. 

Acara yang dihadiri ratusan staf pemkab ini berlangsung dengan penuh keharuan. Djajat yang memberikan sambutan tidak dapat menahan air matanya saat menyampaikan kesan dan pesannya hingga kata-kata perpisahan. Tangisan pun pecah saat Djajat memeluk Bupati Anas usai berpidato.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pegawai yang telah bekerja sama selama ini sehingga apa yang menjadi program kita berjalan dengan baik. Sesungguhnya yang bekerja keras adalah semua staf, para Kepala SKPD dan semua yang menjadi bagian dari keluarga besar Pemkab Banyuwangi, terima kasih sekali lagi atas dukungannya. Terima kasih kepada Pak Bupati atas kepercayaan dan kerja bersama selama ini. Mohon maaf untuk segala khilaf,” kata Djajat saat memberi sambutan.

Djajat Sudrajat telah menjadi ASN selama 33 tahun. Saat ini Djajat tengah menjalani masa persiapan pensiun (MPP) yang bisa diambil satu tahun sebelum masa pensiun. Seharusnya, Djajat baru resmi pensiun pada 1 Januari 2020.

“Sebenarnya saya sudah mengajukan MPP pada Pak Bupati sejak tahun lalu agar regenerasi di lingkup pemkab bisa berjalan. Selain itu saya juga ingin segera bisa memomong cucu. Akhirnya sekarang dikabulkan.,” kata Djajat yang disambut tawa semua yang hadir.

Sementara itu Bupati Anas menyampaikan terima kasihnya pada Djajat yang telah mengabdi kepada daerah selama ini. “Terima kasih Pak Djajat atas pengabdiannya yang tulus. Tidak ada yang sempurna termasuk juga saya, maka saya juga meminta maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan. Semoga apa yang sudah terjalin dengan baik selama ini bisa diteruskan meskipun sudah tidak lagi bersama,” ujarnya.

Anas mengatakan jika Djajat adalah contoh pejabat yang patut menjadi panutan. Di saat banyak orang memburu jabatan, Djajat justru meminta pensiun lebih awal. Sebelum akhirnya diberi izin pensiun sekarang, Djajat sudah tiga kali minta pensiun.

“Sewaktu masih menjadi Kepala BPKAD Pak Djajat sudah pernah minta pensiun tepatnya setelah istri beliau wafat. Tapi tidak saya izinkan. Lalu setelah dilantik jadi Sekda juga langsung meminta agar jangan lama-lama diberi amanah tersebut. Sudah sampai tiga kali Pak Djajat menganjuka surat pensiun, namun baru sekarang kami izinkan,” ujar Bupati Anas.

“Di saat yang lain memburu jabatan justru Pak Djajat ini menghindari. Inilah yang menjadi kelemahan sekaligus kelebihan Pak Djajat yang patut dicontoh oleh para ASN lainnya. Dengan begini suasana regenerasi jabatan Sekda juga lebih sejuk, tidak ada persaingan yang tidak sehat bahkan semuanya berjalan dengan baik,” cetus Bupati Anas.

Sebelumnya Djajat pernah menjadi Kepala Bagian Umum Setda, Kepala BPKAD, Inspektur Banyuwangi dan Asisten Administrasi Umum. (*)