Antisipasi Dampak Moratorium, Bupati Serahkan Bantuan Peralatan Mesin Jahit

Banyuwangi – Sebagai dampak kebijakan pemerintah pusat melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi, pengangguran di desa-desa yang menjadi kantong-kantong pengirim TKI di Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan. Mengantisipasi keadaan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi menyalurkan bantuan yang berasal dari dana APBN berupa peralatan program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) berupa mesin jahit kepada pemuda/pemudi produktif .

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Abdullah Azwar Anas pada perwakilan penerima, di aula dinas Pendidikan, Rabu(30/10). Keseluruhan penerima bantuan sebanyak 115 warga yang berasal  dari lima PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan tiga LKP (Lembaga Kursus Pelatihan). Bupati berpesan agar para penerima bantuan dapat memanfaatkan mesin jahit yang didapatkan sebagai sumber mata pencaharian. “ Saya berharap bantuan mesin jahit ini bisa dimanfaatkan untuk berkarya dan berkreasi produktif demi kesejahteraan keluarga,” ungkap Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono, menyampaikan, selain sebagai antisipasi kebijakan moratorium, bantuan tersebut juga bertujuan untuk memunculkan wira usaha baru di desa-desa. “ Dengan bantuan mesin jahit ini kami berharap masyarakat bisa membangun hidup mandiri tanpa perlu menjadi TKI keluar negeri,” kata Sulihtiyono. Sebelumnya, imbuh Sulihtiyono,  para penerima bantuan tersebut  telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan menjahit di PKBM maupun LKP masing-masing. (Humas dan Protokol)