37 ASN Banyuwangi Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya Dari Presiden RI

BANYUWANGI – Dalam rangka peringatan HUT ke 75 RI, 37 aparatur sipil negara (ASN) Banyuwangi mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya 2020 dari Presiden RI, Kamis (13/8/2020). Satyalancana Karya Satya adalah penghargaan yang diberikan Presiden RI kepada seseorang, institusi pemerintah, atau organisasi atas darmabakti dan kesetiaannya yang luar biasa terhadap bangsa dan negara.

Penghargaan tersebut disematkan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Kabupaten Banyuwangi.

Dari total 37 ASN yang mendapatkan penghargaan tersebut, 30 orang di antaranya mendapatkan Satyalancana Karya Satya 30 tahun atas pengabdiannya terhadap bangsa dan negara selama 30 tahun. Sedangkan 7 orang sisanya mendapat Satyalancana Karya Satya 20 tahun.  

Terdapat sejumlah pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 tahun. Di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono yang akrab disapa dr Rio. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Suyanto Waspo Tondo. Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Fajar Suasana. Juga ada Kepala Dinas Pertanian, Arief Setiawan, dan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKD), Nafiul Huda.

 

Sementara penerima Satyalancana Karya Satya 20 tahun juga didominasi oleh para pejabat. Di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Mohamad Yanuarto Bramuda, Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan, Rr. Nanin Oktaviantie, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Yusdi Irawan. Ada pula Sekretaris Satpol PP, Anacleto Da Silva, Kepala Bagian Perekonomian, Heni Sugiharti. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, Budi Santoso. Serta Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Partana.

Saat menyematkan tanda jasa tersebut, Bupati Anas menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapannya. “Selamat kepada  bapak ibu yang menerima penghargaan. Ini adalah sebuah kehormatan yang bisa diceritakan kepada anak keturunan bapak ibu semua, bahwa anda telah mendedikasikan waktu, pikiran, tenaga demi kesejahteraan rakyat,” kata Anas.

“Saya berharap ini menjadi motivasi bagi bapak ibu yang telah berkinerja sangat tinggi, sekaligus menjadi pemicu semangat supaya bapak ibu bisa menjadi motivator bagi orang-orang di sekelilingnya, termasuk profesi guru supaya bisa menjadi teladan di tengah situasi pandemi seperti saat ini,” pungkasnya. (*)