10 Lokalisasi, Selama Ramadhan di Tutup

BANYUWANGI – Sesuai keputusan hasil rapat Forum Pimpinan Daerah  (FPD) Banyuwangi, selama bulan Ramadhan seluruh lokalisasi di Banyuwangi harus ditutup. Untuk itu, Satuan Polisi Pamong Praja  (Satpol PP) bersama aparat Kepolisian, TNI AD dan AL, menutup 10 lokalisasi dengan menggunakan papan pengumuman penutupan. Sepuluh titik tersebut, diantanranya lokalisasi Pelabuhan LCM , Ketapang, Pakem, Kertosari, Padangpasir, Kercamatan Rogojampi, Sumber Loh, Kecamatan Singojuruh dan Lokalisasi Gempol Porong, Kecamatan Cluring.

Saat didatangi oleh petugas Polisi Pamong Praja, Sabtu (30/7) sebagian besar tempat lokalisasi sudah di tutup dan sepi, begitu pula penghuninya yang sudah tak terlihat lagi.Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) , Drs Choirul Ustadi, penghentian aktivitas di lokalisasi sudah dilakukan oleh Muspika di masing – masing kecamatan. Hal tersebut dilakukan untuk menghormati dan menjaga ketenangan selama bulan suci Ramadhan.

Choiril Ustadi juga berharap penutupan lokalisasi tidak hanya menjelang ataupun saat awal bulan Ramadhan. "Gerak cepat Muspika ini saya harapkan mendapat dukungan dari pengelola lokalisasi yang mematuhi aturan hingga berakhir bulan Ramadhan.” harapnya.

Ditegaskan Ustadi, selama bulan Ramadhan seluruh lokalisasi yang telah dipasangi papan penutupan supaya tidak boleh menerima tamu ataupun menerima pekerja baru. “ Selama Ramadhan ini lokalisasi di wajibkan tutup total, ' ujarnya.

Ustadi juga mengatakan, Kalau masih ada pekerja seks komersial (PSK) dari luar Banyuwangi beroperasi di lokalisasi, akan ditindak tegas dengan dipulangkan ke tempat asal. Sementara, PSK yang dari Banyuwangi akan dididik dan dibina dalam pesantren Ramadhan.

Sementara itu, salah satu pengelola lokalisasi, Heri Warsito mengaku sejak menerima Surat Edaran (SE) dari Muspika beberapa waktu lalu, anak buahnya sudah dipulangkan semua.“ Tapi jika mereka datang lagi ,ya kita tidak bisa melarang, mereka juga mencari nafkah, “ dalihnya. (humas)