Penggemukan sapi potong dengan pemeliharaan system kereman merupakan suatu system pemeliharaan dikandang secara terus menerus selama antara 4 bulan sampai 12 bulan. Tujuan pemeliharaan sapi dengan system kereman untuk meningkatkan atau menghasilkan menghasilkan daging yang relative lebih cepat. Selain itu juga menghasilkan kotoran yang dapat dipergunakan sebagai pupuk. Keberhasilan usaha penggemukan sapi potong sangat tergantung dari ketrampilan petani dengan menerapkan usaha ternak sapi potong.
PAKAN SAPI KEREMAN
Jenis pakan yang diberikan serta cara memberikannya merupakan kunci keberhasilan usaha penggemukan sapi potong. Pakan ( ransum ) yang diberikan berupa hijauan dan konsentrat.
Hijauan terdiri dari rumput dan kacang-kacangan ( leguminosa ). Jenis rumput yang biasa diberikan adalah rumput gajah, rumput raja dan rumput lapangan.
CARA PEMBERIAN PAKAN.
Rumput atau campuran rumput dan leguminosa diberikan dengan perbandingan 10 bagian leguminosa. Pada prinsipnya, hijauan diberikan 10 persen dari berat badan sapi, yakni antara 30 sampai 40 kg per ekor perhari. Pemberiannya sebanyak 2 sampai 3 kali sehari. Pakan tambahan ( konsentrat ) diberikan 3 sampai 4 bulan menjelang akhir penggemukan. Umumnya diberikan sebanyak 1,5 % dari berat badan hidup atau 3 sampai 4 kg per ekor per hari. Pemberiannya pada pagi hari atau siang hari. Cara pemberian yang baik adalah, dengan menggunakan tempat pakan guna menghindari ransom yang berserakan. Minuman harus bersih dan selalu tersedia. Pemberian garam dapur sekedar saja yang disediakan dalam bentuk batangan ditaruh ditempat makan ( akan dijilat sendiri ) rumput yang diberikan pada sapi kereman harus dalam bentuk potongan antara 10 cm sampai 20 cm.
PEMILIHAN TERNAK BAKALAN
Ciri-ciri sapi Bakalan yang baik.
Berat badan 200 sampai 250 kg
Kerangkanya besar
Kaki besar dan kokoh
Kondisi sapi harus sehat dan besarnya setengah kurus atau sedang.
Sapi yang dipilih adalah sapi jantan atau betina yang tidak baik untuk bibit atau sapi jantan yang telah dikebiri.
PEMELIHARAAN KESEHATAN TERNAK
Pemeliharaan kesehatan merupakan hal yang penting dan mutlak diperlukan dalam usaha penggemukan. Karena dalam memilih sapi bakalan agak sulit. Sebab, antara sapi yang kurus dengan sapi kurus karena sakit kronis sulit dibedakan. Untuk itu setiap melakukan pembelian sapi bakalan perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Dalam hal perawatan kesehatan ternak yang utama adalah memperhatikan makanan dan minuman, kebersihan kandang, perawatan terhadap ternak itu sendiri serta pengawasan terhadap penyakit. Kesehatan sapi akan tercapai kalau lingkungan sapi bersih. Oleh karena itu kebersihan lingkungan merupakan hal yang harus diperhatikan. Kandang harus dibersihkan. Lantai kandang dicuci air, kotoran yang ada dikumpulkan pada tempat khusus untuk dijadikan pupuk tanaman.
WAKTU SAPI DI KERAM
Lamanya sapi dikeram tergantung dari banyaknya faktor. Antara lain umur sapi bakalan. Sebagai patokan lamanya sapi dikeram adalah : sapi bakalan yang berumur kurang dari 1 tahun, masa keramnya 9 bulan sampai 12 bulan. Sapi bakalan yang berumur 1 sampai 2 tahun, masa keramnya sekitar 6 bulan. Sapi bakalan yang berumur 2 sampai 3 tahun, masa keramnya sekitar 4 bulan. Sapi bakalan yang berumur lebih dari 3 tahun masa keramnya 3 sampai 4 bulan. Untuk memelihara sapi bakalan yang baik adalah sapi yang berumur 2 sampai 3 tahun. Karena pada umur tersebut sapi lebih disukai konsumen, selain dagingnya tebal dan relative lebih empuk dan seratnya halus, sapi yang berumur 2 sampai 3 tahun mempunyai pertumbukan yang baik dan cepat.
PERLU DIPERHATIKAN.
Pemeliharaan sapi kereman sesuai dengan anjuran akan memberikan keuntungan uang sebesar besarnya. Pemeliharaan sapi kereman yang baik selain menghasilkan daging yang bermutu tinggi juga menghasilakan pupuk yang dapat dipergunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Pencagahan terhadap penyakit dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan.










