Pendaftaran Sekolah Pilot Banyuwangi Dibuka Hingga 31 Mei

13-05-2013

BANYUWANGI – Pendaftaran sekolah pilot Banyuwangi   dibuka hingga 31 Mei. Ini kesempatan bagi putra-putri  Banyuwangi yang ingin menjadi pilot. Hal itu disampaikan oleh  Kepala Bidang Perhubungan Laut dan Udara Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika  Ali Ruchi.

Menurut Ali, untuk  pilot school di Banyuwangi, sementara pendaftarannya masih di-handle oleh Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya. “Sambil menunggu berdirinya Sekolah Penerbangan Negeri Banyuwangi (SPNB), sementara pendaftaran pilot school di Banyuwangi dipegang oleh ATKP Surabaya, dengan kuota untuk putra-putri Banyuwangi sebanyak 12 orang,”terang Ali. Untuk mendaftar menjadi taruna sekolah pilot  non diploma itu, jelas Ali, calon taruna bisa datang langsung ke Kampus ATKP, Jl. Jemur Andayani I/73 Wonocolo, Surabaya atau membuka website ATKP di  www.atkpsby.ac.id. untuk melihat persyaratannya.

Website tersebut memuat 12 institusi  yang membuka penerimaan taruna baru Kementerian Perhubungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan Tahun akademik 2013. Diantaranya Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi, BPPTD Palembang, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, ATKP Surabaya, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug. Khusus untuk ATKP Surabaya, program Non Diploma Penerbang mensyaratkan  ijazah kelulusan SMU/MAN (IPA) /SMK jurusan Teknik Mesin, Listrik, Elektronika, Otomotif, Penerbangan dan Telekomunikasi.  

Dalam persyaratan administrasi tersebut disebutkan ketentuan calon tarunanya, yakni   pria / wanita usia maksimum 23 tahun pada bulan Agustus 2013, belum menikah dan sanggup tidak menikah selama masa pendidikan (dibuktikan dengan surat pernyataan). Selain itu punya tinggi badan minimal Pria (167 cm) dan wanita (165 cm), pas photo terbaru ukuran 4x6 (4 lembar) dengan warna latar belakang merah, foto copy ijazah, Nilai UN, akte kelahiran dan Surat Keterangan Belum Menikah dari kelurahan/desa. Juga membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 75 ribu. Bagi yang masih duduk di kelas III SLTA membawa surat keterangan dari kepala sekolah sebagai peserta UN.

Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, seleksi potensi akademik (4 Juni 2013), seleksi kesehatan, kesamaptaan (uji kesiapsiagaan), psikotest dan wawancara. Dilanjutkan tes kesehatan penerbang dan tes bakat terbang (jadwal tersendiri). Sedangkan kelulusan ditentukan melalui dua tahap yaitu potensi akademik dan pantukhir  (penentuan terakhir) yang akan diumumkan di tempat pendaftaran. Calon taruna yang dinyatakan lulus harus melengkapi Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Polri dan membawa hasil tes kesehatan.                                                                                                                                                

Para taruna tersebut akan menjalani masa pendidikan selama 15 bulan. Namun, tambah Ali, bagi taruna yang masuk lewat jalur beasiswa APBN, jika lolos tes nantinya akan  ada biaya tambahan yang dikenakan. Biaya tambahan tersebut total sebesar Rp. 53 juta yang digunakan untuk membayar biaya asrama, pakaian seragam, makan dan buku  hingga lulus. Sementara itu, diluar program beasiswa juga ada peluang bagi 12 orang  yang ingin menempuh pendidikan sebagai pilot dengan biaya sendiri (non beasiswa). Khusus untuk non beasiswa ini, calon taruna dikenakan biaya sebesar Rp. 630 juta per orang hingga lulus. (Humas & Protokol)