Tahun Depan Banyuwangi Punya Sekolah Pilot Negeri

24-05-2012

BANYUWANGI – Tahun depan pemerintah akan membangun sekolah pilot di Banyuwangi. Nantinya sekolah ini menjadi sekolah pilot negeri kedua setelah STPI ( Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia) di Curug, Tangerang. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, Yudisari usai bertemu dengan Bupati Abdullah Azwar Anas di Kantor Bupati, Rabu (23/5).

Menurut Yudisari, Sekolah Pilot ini merupakan jurusan baru yang dibuka oleh ATKP (Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan) Surabaya. Meski demikian, khusus jurusan baru ini, kegiatan kelas maupun prakteknya akan dilakukan di Banyuwangi.

Sedangkan alasan pemerintah membuka sekolah pilot baru setelah 60 tahun sejak berdirinya STPI, menurut Yudisari karena belakangan ini di Indonesia terjadi ketimpangan antara kebutuhan pilot pertahun dengan yang dihasilkan oleh sekolah-sekolah pilot yang ada. " Pertahun dibutuhkan sekitar 500 tenaga penerbang baru untuk memenuhi kebutuhan maskapai yang mulai berkembang signifikan, padahal lulusannya baru 300 orang," urai Yudisari.

Dipilihnya Banyuwangi sebagai lokasi sekolah pilot, lanjut Yudisari karena daerah ini memenuhi  berbagai persyaratan kelayakan penerbangan. Salah satunya telah tersedia  landasan pesawat yang memadai. “ Selain itu dari rekomendasi Dirjen Perhubungan Udara  kapasitas ruang udara Banyuwangi sangat layak untuk keperluan navigasi,” ungkapnya.

Selanjutnya pembangunan berbagai fasilitas sekolah seperti hanggar pesawat, ruang kelas, asrama guru dan siswa serta laboratorium akan dilakukan secara bertahap. Untuk pembangunan itu, Yudisari mengatakan butuh lahan seluas sepuluh hektar.“ Kami telah berdiskusi dengan Bapak Bupati untuk berbagai fasilitas sekolah dan rencananya akan dibangun tidak jauh dari bandara,” tutur Yudisari.

Sementara itu Direktur ATKP Surabaya, Rudy, optimis jika kegiatan kelas sudah aktif di Banyuwangi pada tahun depan. Bahkan saat ini, ATKP telah membuka pendaftaran siswa baru untuk jurusan Pilot. “ Sementara  kegiatan belajar  nanti  masih di Surabaya, tapi tahun depan akan kita pindah di Banyuwangi,” ungkap Rudy.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan,  Komunikasi dan Informatika Agus Siswanto menyatakan kalau Pemkab siap mendukung pembangunan sekolah pilot ini. Bahkan menurutnya, lahan untuk pembangunan sekolah ini masih berada di lahan bandara. “ Luas lahan bandara sekitar  124 hektar, jadi tidak masalah menyisihkan 10 hektar untuk pembangunan sekolah,” terangnya. Menurut Agus, hal itu tidak akan mengganggu penerbangan yang sudah ada. (Humas Protokol)