Pastikan PPDB Lancar, Wabup Sidak PPDB SMA, SMP hingga SD

02-07-2012

alt

BANYUWANGI – Guna melihat dari dekat jalannya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2012 – 2013, Wabup Yusuf Widiyatmoko, bersama Kadispendik Drs Sulihtiyono, MM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke  beberapa sekolah. Dalam sidaknya Wabup mengaku cukup puas dengan panitia PPDB di beberapa sekolah. Bahkan Wabup, sempat dialog dengan masyarakat dan menjelaskan beberapa keuntungan PPDB online. “PPDB kali ini cukup bagus, sistem PPDB juga sudah berubah dari tahun ke tahun. Yang menggembirakan lagi siswa ataupun orang tua tidak perlu lagi repot bolak-balik mengambil formulir pendaftaran. Dengan PPDB Online ini, siswa cukup memantau dari  internet posisi siswa. Jika merasa rawan bisa langsung up date data,” papar Wabup.

Sidak yang dimulai pukul 09.00 Wib itu, diawali dari SMPN I Giri.  Di sekolah yang berada di Jalan Wijaya Kusuma ini, Wabup sempat memeriksa dan mengecek verifikasi data para siswa. Wabup yang juga ditemani Kabag Humas dan Protokol Djuang Pribadi, tampak beberapa kali menanyakan kepada panitia tentang kesulitan PPDB Online. Bahkan, Wabup  juga blusukan ikut melihat lembar pengunduran siswa yang mengundurkan diri.

Setelah dirasa cukup, Wabup melanjutkan sidaknya ke SMA I Glagah, di sekolah favorit di Kota Gandrung ini, kondisi PPDB tidak jauh beda dengan SMUN I Giri.  PPDB di SMUN I Glagah ini juga berlangsung tertib, bahkan Kepala Sekolahnya juga ikut memantau langsung kinerja panitia PPDB. Menurut Kepala SMUN I Glagah, Heru Muhardi, dengan PPDB online ini pihaknya cukup mudah mengontrol siswa. Hingga saat ini yang sudah mendaftar di SMUN Glagah ada 207 siswa. Sedang pagu siswa hanya 120 ,” ujarnya.

Selanjutnya, Wabup beserta rombongan juga sidak di SMAN Banyuwangi. Di Smanta (SMA Satu Kota), julukan SMAN  I Banyuwangi ini tidak menemukan kejanggalan. Lagi-lagi hasilnya cukup memuaskan. Setelah puas sidak di SMA dan SMP, Wabup melanjutkan sidak ke  SDN Penganjuran V, yang beberapa waktu lalu diisukan sebagai  salah satu SDN yang menggunakan tes baca  tulis hitung untuk menjaring siswa baru. Namun saat  kedatangan orang nomor dua di Banyuwangi tersebut, pada PPDB di SDN Brawijaya ini tidak ditemukan indikasi tersebut. Bahkan panitia tampak serius melakukan seleksi PPDB berdasarkan petunjuk dan teknis dari Dinas Pendidikan. (Humas dan Protokol)