Kementerian LHK Tunjuk Banyuwangi & Situbondo Jadi Tempat Peringatan HKAN 2017

16-06-2017 Kementerian LHK Tunjuk Banyuwangi & Situbondo Jadi Tempat Peringatan HKAN 2017

Gelar Festival Taman Nasional & Taman Wisata Alam Indonesia

BANYUWANGI – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menunjuk Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo sebagai tempat peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2017, pada 11 – 13 Agustus mendatang. Peringatan itu diwujudkan dengan menggelar Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia (FTNTWA) 2017.

Hal itu diungkapkan Direktur  Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi, Kementerian LHK, Is Mugiono saat menemui Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis pagi (15/6).

“Kami mengkolaborabosikan Banyuwangi dan Situbondo, karena di dalamnya terdapat beberapa taman nasional yang berdekatan. Taman Nasional Baluran yang berada di perbatasan antara Banyuwangi dan Situbondo kami jadikan sebagai lokasi Jambore Konservasi Alam. Sementara beberapa destinasi di Banyuwangi kami jadikan sebagai spot-spot rangkaian kegiatan ini ,” terang Is.

Is menceritakan latar belakang mengapa pihaknya menggelar FTNTWA ini. Taman Nasional dan Taman Wisata Alam, ujar Is, merupakan kawasan hutan konservasi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata dan rekreasi dengan tidak bertentangan pada prinsip konservasi dan perlindungan alam.

“Sekarang ini trend pasar wisata cenderung mengarah pada wisata alam (ekowisata). Dengan berwisata alam, orang akan mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan alam, pertukaran budaya, dan aktivitas fisik yang menantang. Inilah yang mendorong kami menggelar festival ini,” tutur Is.

Karena, imbuhnya, ekowisata sekaligus juga peluang untuk memperkenalkan pentingnya perlindungan alam dan penghargaan terhadap budaya lokal. “HKAN ini menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan lebih luas wisata konservasi yang dimiliki Indonesia. Saya rasa ini sejalan dengan upaya Banyuwangi yang getol membranding daerahnya, di samping Banyuwangi juga punya potensi hutan yang bagus,” jelas Is.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Anas menyatakan dukungannya secara penuh. “Ini menarik sekali dan selaras dengan segmentasi wisata Banyuwangi yang concern ke ekowisata. Upaya ini selain bisa dijadikan model konservasi, juga bisa merubah perilaku masyarakat yang sebelumnya abai terhadap pelestarian lingkungan menjadi lebih peduli,” kata Anas.

Sebab, lanjutnya, bagi Banyuwangi, pariwisata bukan hanya sekedar bagaimana mendatangkan wisatawan, melainkan menjadi triger (pemicu) untuk merubah perilaku masyarakat.

FTNTWA 2017 ini direncanakan akan diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari Jambore Konservasi Alam yang di dalamnya terdapat kegiatan  Festival Film Taman Nasional, Pameran TN/TWA dengan tema ‘Ayo ke Taman Nasional’, gelar potensi peluang investasi dan temu bisnis TN/TWA, gelar budaya berupa pertunjukan seni dan pergelaran musik tradisional. Juga ada Sepeda Jelajah Nusantara, serta kunjungan bersama kelompok pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum ke taman nasional lainnya yang ada di Banyuwangi.

Khusus untuk Sepeda Jelajah Nusantara, para peserta kegiatan ini yang total jumlahnya mencapai 100 orang, akan bersepeda mulai dari TN Baluran hingga ke Ijen. Mereka kemudian akan turun kembali hingga finish di Taman Blambangan Banyuwangi yang juga sekaligus dijadikan sebagai venue pameran TN/TWA. (*)

 

 

  Streaming Blambangan FM

Copyright © 2017 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Jalan Ahmad Yani 100 Telp. 0333 425001

Website : www.banyuwangikab.go.id