Haiku Sunrise Of Java, Ceritakan Banyuwangi Dalam Puisi Ringan yang Indah

17-12-2011

BANYUWANGI – Mencari cara lain untuk mengungkapkan kecintaannya kepada Banyuwangi. Itulah yang yang mendasari Samsudin Adlawi, ketika mencetuskan idenya untuk menyusun sebuah antologi puisi tentang kekayaan khasanah di Banyuwangi. Mulai dari khasanah seni, budaya, bahasa bahkan kuliner, secara lengkap dilukiskan oleh Samsudin melalui untaian kata-kata indah dalam puisinya. Dan untuk menambah kemeriahan perayaan Hari Jadi Banyuwangi yang 240, Samsudin melengkapinya dengan melaunching  buku antologi puisi tersebut yang diberi judul, Haiku, Sunrise Of Java, di aula Hotel Berlian Abadi, Banyuwangi, Sabtu (17/12). Launching tersebut dihadiri Bupati Abdullah Azwar Anas serta tamu undangan yang terdiri atas Kepala Sekolah dan guru se Kabupaten Banyuwangi. 

 

Menurut Samsudin, telah banyak orang Banyuwangi maupun luar Banyuwangi yang menceritakan tentang Banyuwangi melalui berbagai bentuk karya sastra maupun tulisan. Namun menuturkan kekayaan khasanah Banyuwangi melalui puisi, menurut Samsudin akan menjadi satu cara yang berbeda. Selain itu, satu lagi yang membuatnya berbeda, karena  puisi tersebut dituliskan dalam bentuk Haiku, cara penulisan puisi yang berasal dari Jepang, dengan penggunaan sedikit kata dan baris. Namun demikian, makna dari setiap tema yang terkandung dalam puisi-puisinya tetap bisa ditangkap secara utuh.

 

Sementara Sunrise Of Java, adalah jargon yang diciptakan Samsudin untuk mencitrakan Banyuwangi dalam berbagai tulisannya terdahulu. Menurutnya, Sunrise Of Java adalah sebuah penggambaran Banyuwangi sebagai wilayah yang paling timur di pulau Jawa dan paling pertama merasakan terbitnya matahari. Dan, dalam buku puisinya kali ini, Sunrise Of Java menjadi identitas baru Banyuwangi.  

 

Direktur Radar Banyuwangi dan Radar Jember tersebut mengungkapkan kalau peluncuran antologi puisinya juga sebagai sumbangsih terhadap sastra Banyuwangi. Ia berharap dengan peluncuran karyanya, bisa menginspirasi orang lain untuk membuat karya yang sama. “ Perkembangan sastra Banyuwangi kedepan harus terus diupayakan salah satunya dengan berlomba-lomba membuat karya yang sama atau lebih baik lagi dari ini,” ajak Samsudin kepada semua yang hadir.

 

Apresiasi yang positif muncul dari Bupati Anas atas peluncuran Haiku, Sunrise Of Java. Bupati mengungkapkan penghargaannya atas langkah Samsudin dalam membingkai kekayaan khasanah Banyuwangi melalui rangkaian puisi. Menurut Bupati, Samsudin berhasil menceritakan Banyuwangi tidak hanya indah secara puitis namun juga ringan untuk dicerna. Bupati menjadikan Samsudin sebagai salah satu contoh warga Banyuwangi yang tidak hanya kritis terhadap kemajuan Banyuwangi tapi juga bertindak nyata dalam berperan mewujudkannya. Bahkan sebagai bentuk penghargaannya, Bupati telah memesan 500 buku puisi tersebut, yang akan dijadikan souvenir bagi setiap tamu yang datang ke kantor Bupati. (Humas dan Protokol)