Giri- Tradisi Budaya Puter Kayun sangat dikenal di Banyuwangi bahkan oleh pemerintah dijadikan salah satu agenda budaya Banyuwangi. Oleh karenanya, tradisi ini oleh masyarakat setempat diberi perhatian lebih dengan jalan melestarikan budaya tersebut. Demikian diungkapkan oleh Kepala Kelurahan Boyolangu, H.Mahrus, ketika ditemui Jpost di ruang kerjanya belum lama ini.
Kelurahan boyolangu salah satu dari empat kelurahan yang berbeda dibandingkan dengan kelurahan yang berada di Kecamatan Banyuwangi, Kalipuro, dan glagah. Pasalnya Kelurahan Boyolangu dengan jumlah penduduk 5.196 jiwa, memiliki keunikan. Disamping mayoritas masyarakatnya dari era nenek moyang pekerjaannya sebagai kusir andong (dokar yang dijalankan dengan kuda) juga sebagian besar bekerja sebagai pedagang rongsokan keliling. Mereka mencari rongsokan sampai ke Jember, Bondowoso, Situbondo dan seluruh daratan Bali bahkan sampai ke Lombok.
“Hanya sebagian kecil sebagai buruh tani" Jelas H.Mahrus.
Ia menceritakan lagi bahwa dari masa ke masa hingga, hampIr seaba, tradisi kusir dokar Boyolangu sudah ada di desa ini. Dalam kesehariannya mereka bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan tidak lupa menyisihkan sebagian dari penghasilan tersebut. Rasa syukur atas yang diterimanya kemudian diwujudkan dengan pesta se kelurahan Boyolangu dengan cara arak-arakan naik dokar dari Boyolangu ke pantai watudodol yang dilaksanakan sepuluh hari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Kelurahan Boyolangu mewilayahi enam lingkungan, diantaranya, Krajan 1, 2, dan 3, Watu buncol, Porong, Concrong. Geliat pembangunan Boyolangu ditahun 2009 khususnya dibidang instruktur berjalan cukup baik. Dukungan PNPM selain untuk simpan pinjam juga untuk pemberdayaan perempuan 25 %, fisik 75% untuk instruktur seperti pembuatan dreanase lingkungan krajan 3, RT 1, RT 3, RW 1 dan stimulan pemasangan keramik dan pengecetan balai lingkungan krajan 1,2,3 yang dikenal lingkungan bebekan dan bali lingkungan Porong. Alokasi PNPM juga berupa paving 1000 meter persegi dialokasikan dilingkungan Krajan dan Concrong. Selain PNPM, bantuan pembangunan kelurahan Boyolangu berasal dari UEDSP sebesar Rp.6 juta.
“Oleh ibu bupati bantuan tersebut untuk penambahan simpan pinjam perempuan”ujarnya.
Tahun ini Boyolangu mendapat bantuan bangunan Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) dilokasi panti PKK bergandengan dengan taman kanak-kanak (TK) di lingkungan Krajan. Pembangunan Pustu ini membantu masyarakat dalam mengakses kesehatan mengingat masyarakat ke Puskesmas Induk Kecamatan Giri di Mojopanggung cukup jauh. Pembangunan Pustu itu perluasanya menggeser TK dengan maksud pembangunan pustu itu nanti tetap menggunakan expanti PKK namun bangunan Pustu bisa dibuat bertingkat, sehingga lokasi TK tetap. “Lokasi TK sudah tepat di lingkungan Krajan sebab animo masyarakatnya menyekolahkan anak di Krajan sangat tinggi dibanding tempat lain”Imbuh Mahrus.
Saat ini Kelurahan Boyolangu memiliki tiga Masjid, salah satunya yaitu Masjid Baitul Mutaqien mandapat bantuan dari Bupati Ratna sebesar dua puluh juta rupiah dari APBD tahun 2009 untuk rehab yang kini sudah selesai sehingga kaum Muslimah Muslimat lebbih nyaman dalam melakukan Shalat berjamaah.(Bud)
Sumber : Koran JPost edisi 53













