Banyuwangi Terima Gizi Award

26-01-2014

BANYUWANGI – Di awal tahun, Pemkab Banyuwangi kembali menorehkan prestasi. Kali ini giliran bidang kesehatan yang memperoleh penghargaan Gizi Award Tingkat Provinsi Jatim. Penghargaan tersebut diserahkan oleh ketua DPD Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Jawa Timur Andryanto, SH. MKes kepada Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko di Hotel Meritus Surabaya, Sabtu (25/1).

Penghargaan Gizi Award yang diterima oleh Banyuwangi diberikan untuk Kategori Peduli Status Gizi Anak Sekolah. “Kabupaten Banyuwangi  dianggap memiliki kepedulian paling  tinggi  diantara daerah lain di Jawa Timur terhadap upaya peningkatan status gizi anak sekolah melalui  tindakan yang nyata,” ujar Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono yang ikut mendampingi Wabup.

Dokter umum yang biasa disapa dr. Rio itu menjelaskan, upaya peningkatan gizi anak sekolah tersebut dilakukan mulai tingkat Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui program usaha kesehatan sekolah (UKS).  Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pemantauan status gizi siswa melalui kartu menuju sehat (KMS) di sekolah. “Kegiatannya meliputi penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan secara rutin di ruang UKS sekolah,” terang dr. Rio. Selain itu juga dilakukan pembinaan kantin sekolah lewat program UKS.

Perilaku anak didik yang membeli jajanan di luar pagar sekolah, kata Rio, menjadi tantangan tersendiri dalam upaya peningkatan gizi. Sebab masih banyak yang belum mengerti tentang jajanan yang sehat dan yang tidak sehat. “Anak-anak juga kita didik tentang makanan yang sehat dan bergizi melalui program UKS yang dibimbing langsung oleh petugas gizi puskesmas, guru UKS maupun kader kesehatan sekolah agar tidak jajan sembarangan,” imbuh Rio.

Untuk mengontrol para penjual makanan di luar pagar sekolah, lanjut Rio, Dinkes Banyuwangi bekerjasama dengan BPOM Surabaya untuk melakukan sidak 3 bulan sekali, terhadap para penjaja makanan di beberapa   sekolah yang terindikasi menjual makanan tidak sehat. “Jika ditemukan pedagang yang menjual makanan tidak sehat dan berbahaya , maka Dinkes bersama BPOM menarik makanan tersebut dan memberikan penyuluhan kepada penjualnya,” ujar dr. Rio. Setelah dilakukan penyuluhan, maka Dinkes akan terus memonitoring penjual makanan  tersebut.

Selain peningkatan  gizi anak juga dilakukan dengan upaya peningkatan gizi keluarga. Pemkab dan Dinkes menyarankan kepada warga yang memiliki lahan pekarangan untuk membuat kolam ikan yang bisa dikonsumsi sebagai tambahan asupan gizi. “Ini juga mengoptimalkan gerakan makan ikan,” tandas dr. Rio.

Asupan yodium anak juga diperhatikan melalui monitoring keberadaan garam ber yodium di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Caranya dengan mengambil sampel merek-merek garam yang beredar di pasaran untuk diukur kadar yodiumnya. “Dari sini masyarakat kita sarankan untuk mengkonsumsi garam dengan merek yang mengandung cukup yodium,” pungkas dr. Rio.

Sebagai informasi, selain kabupaten Banyuwangi, Gizi Award juga diberikan kepada Ibu Gubernur Nina Soekarwo, Kabupaten Situbondo, Kota Mojokerto dan Kota Surabaya.(Humas & Protokol)